1. Carl Rogers
a. Perkembangan Kepribadian ‘Self’
Apabila orang-orang bertanggung jawab terhadap kepribadian mereka sendiri dan mampu memperbaikinya, maka mereka harus menjadi makhluk yang sadar dan rasional. Rogers percaya bahwa orang-orang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka dan dunia sekitar mereka bukan oleh kekuatan-kekuatan tak sadar yang tidak dapat mereka kontrol. Kriterium terakhir seseorang adalah pada pengalaman sadarnya sendiri dan pengalaman itu memberikan kerangka intelektual dan emosional dimana kepribadian terus-menerus tumbuh.
b. Peranan Positif Regard
Positive regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes, dimiliki oleh semua manusia, setiap anak terdorong untuk mencari positive regard. Akan tetapi tidak semua anak menemukan kepuasan yang cukup akan kebutuhan ini. Anak puas kalau dia menerima kasih saying, cinta dan persetujuan dari orang lain, tetapi dia kecewa kalau dia menerima celaan dan kurang mendapat cinta dan kasih saying. Apakah anak itu akan tumbuh menjadi suatu kepribadian yang sehat tergantung pada sejauh manakah kebutuhan akan positive regard ini dipuaskan dengan baik.
c. Ciri Orang Yang Berfungsi
Manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak, seperti pembiasaan akan kebersihan (toilet training), penyapihan yang lebih cepat atau pengalaman-pengalaman seks sebelum waktunya. Dalam masa kecil anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yang lain-lainnya. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi milik atau bagian dari dirinya dan semua benda lain yang dilihat, didengar, diraba dan diciumnya ketika dia mulai membentuk suatu lukisan dan gambaran tentang siapa dia. Dengan kata lain, anak itu mengembangkan suatu “pengertian diri” (self concept).
2. Abraham Maslow
a. Perkembangan Kepribadian ‘Self’
Maslow berpendapat, bahwa manusia memiliki hierarki kebutuhan yang dimulai dari kebutuhan jasmaniah yang paling asasi sampai dengan kebutuhan tertinggi yakni kebutuhan estetis. Kebutuhan jasmaniah seperti makan, minum, tidur dan sex menuntut sekali untuk dipuaskan. Apabila kebutuhan ini terpuaskan, maka munculah kebutuhan keamanan seperti kebutuhan kesehatan dan kebutuhan terhindar dari bahaya dan bencana. Kebutuhan untuk memiliki cinta dan kasih, seperti dorongan untuk memiliki kawan dan bekeluarga, kebutuhan untuk menjadi anggota kelompok dan sebagainya. Ketidak mampuan seseorang ini dapat mendorong seseorang dapat berbuat lain untuk memperoleh pengakuan dan perhatian. Apabila seseorang telah dapat memenuhi semua kebutuhan yang tingkatannya lebih rendah tadi, maka motivasi lalu diarahkan kepada terpenuhinya kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan potensi atau bakat dan kecenderungan tertentu.
b. Ciri Orang Yang Berfungsi
Apabila kebutuhan-kebutuhan fisiologis kita dipenuhi maka kita didorong oleh kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi kebutuhan-kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Maslow percaya bahwa kita semua membutuhkan sedikit banyak sesuatu yang bersifat rutin dan dapat diramalkan. Ketidakpastian sulit dipertahankan, karena itu kita berusaha mencapai sebanyak mungkin jaminan, perlindungan, ketertiban menurut kemampuan kita.
3. Erich Fromm
a. Perkembangan Kepribadian ‘Self’
Fromm melukiskan hakikat keadaan manusia sebagai kesepian dan ketidakberatian. (Pendirian ini tidak pesimistis, walaupun sepintas lalu kelihatannya pesimistis). Dia berbicara tentang pembagian eksistensial dan pembagian historis dalam kodrat manusia sebagai akibat dari evolusi kita dari binatang-binatang yang lebih rendah, suatu proses yang membiarkan kita menjadi sungguh-sungguh bebas tetapi mengorbankan rasa aman dan rasa memiliki.
b. Ciri Orang Yang Berfungsi
Suatu masyarakat yang tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya dan merintangi pertumbuhan penuh dari setiap individu. Suatu masyarakat yang sehat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lain, menjadi produktif dan kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektivitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.
Daftar Pustaka:
Lur Rochman Kholil, S.Ag., M.S.I. Kesehatan Mental: 2010, Purwokerto; Fajar Media Press
Diktat Kuliah Psikologi Pertumbuhan
Psikologi Umum 1:1996: Universitas Gunadarma
IMAS AMALIA
15509505
2PA03
Senin, 07 Maret 2011
Kepribadian Sehat ditinjau dari Aliran Psikoanalisa, Behaviouristik, Humanistik, Allport
1. Psikoanalisa
Menurut Freud, perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia yang disebut id, ego dan superego.
Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia atau disebut juga pusat insting (hawa nafsu). Ada dua insting dominan yaitu : a) libido; yaitu insting reproduktif untuk tujuan-tujuan konstruktif. Insting ini disebut juga insting kehidupan atau eros misalnya, dorongan seksual, segala hal yang mendatangkan kenikmatan termasuk kasih ibu, pemujaan terhadap Tuhan dan cinta diri (narsisme); b) Thanatos, yaitu insting destruktif dan agresif. Insting ini disebut juga insting kematian. Id bergerak berdasarkan prinsip kesenangan, ingin segera memenuhi kebutuhannya. Id bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan. Walaupun Id mampu melahirkan keinginan, tetapi ia tidak mampu memuaskan keinginannya.
Ego berfungsi menjembatani tuntutan-tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional. Ego bekerja sebagai prinsip realitas.
Superego adalah “polisi kepribadian” yang mewakili dunia ideal. Superego adalah hatio nurani yang merupakan internalisasi dari norma-norma social dan cultural masyarakatnya. Super ego akan memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tidak berlainan kea lam bawah sadar. Baik id maupun superego berada dalam bawah sadar manusia, sedangkan ego berada ditengah, antara memenuhi desakan id dan peraturan superego. Untuk mengatasi ketegangan, ia dapat menyerah pada tuntutan id, tetapi berarti dihukum superego dengan perasaan bersalah. Untuk menghindari ketegangan, konflik atau frustasi ego secara sadar lalu menggunakan mekanisme pertahanan ego, yaitu dengan mendistorsi realitas. Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis, komponen psikologis dan komponen social atau unsur animal, rasional dan moral.
2. Behaviouristik
Behaviouralisme ingin menganalisis hanya perilaku yang nampak saja yang dapat di ukur, dilukiskan dan diramalkan. Teori kaum behaviouralisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia, kecuali insting adalah hasil belajar. Behaviouralisme tidak mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; kaum behavioralis hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh factor-faktor lingkungan. Behaviourisme sangat banyak menetukan perkembangan psikologi, terutama dalam hal eksperimen-eksperimen.
Kemudian John Locke meminjam konsep ini, yang dikenal sebagai kaum empirisme. Menurut mereka, pada waktu lahir manusia tidak mempunyai warna mental. Warna ini didapat dari pengalaman. Pengalaman adalah jalan satu-satunya kearah penguasaan pengetahuan. Secara psikologis, ini berarti bahwa seluruh perilaku manusia, kepribadian dan temperamen ditentukan oleh pengalaman indrawi. Pikiran dan perasaan bukan penyebab perilaku manusia, tetapi disebabkan oleh perilaku masa lalu.
3. Humanistik
Psikologi humanistic dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi. Revolusi pertama dan kedua adalah psikoanalisa dan behaviourisme. Psikologi humanistic mengambil banyak dari psikoanalisa neo Freudian seperti Adler dan Jung serta banyak mengambil pemikiran dari fenomenologi dan eksistensialisalisme. Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipersepsi dan diinterpretasi secara subjektif. Setiap orang mengalami dunia dengan cara sendiri. Alam pengalaman setiap orang berbeda dari alam pengalaman orang lain. Jadi intisari dari psikologi humanism adalah bahwa pada keunikan manusia, pentingnya nilai dan makna, serta kemampuan manusia untuk mengembangkan dirinya. Pandangan psikologi humanism, pada intinya adalah setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi dimana dia menjadi pusat. Perilaku manusia bersifat pada konsep diri, yaitu persepsi manusia tentang karena melakukan sesuatu hal atau dalam mengungkapkan perasaannya, maka ia akan sering melakukannya.
4. Allport
Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Orang-orang yang neoristis terikat atau terjalin erat pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak, tetapi orang-orang yang sehat bebas dari paksaan-paksaan masa lampau. Orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intense-intensi kea rah masa depan dan antisipasi-antisipasi masa depan. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi pandang yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak. Allport percaya bahwa sama sekali tidak ada kesamaan-kesamaan fungsional antara orang yang neoristis dan orang yang sehat. Allport mengemukakan suatu jurang atau dikotomi diantara keduanya dan salah satu diantara tipe-tipe kepribadian itu tidak memperlihatkan salah satu diantara sifat-sifat dari yang lainnya. Dalam pandangan Allport, orang yang neoristis beroperasi dalam genggaman konflik-konflik dan pengalaman-pengalaman kanak-kanak dan kepribadian yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi.
Daftar Pustaka:
Lur Rochman Kholil, S.Ag., M.S.I. Kesehatan Mental: 2010, Purwokerto; Fajar Media Press
Diktat Kuliah Psikologi Pertumbuhan
IMAS AMALIA
15509505
2PA03
Menurut Freud, perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia yang disebut id, ego dan superego.
Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia atau disebut juga pusat insting (hawa nafsu). Ada dua insting dominan yaitu : a) libido; yaitu insting reproduktif untuk tujuan-tujuan konstruktif. Insting ini disebut juga insting kehidupan atau eros misalnya, dorongan seksual, segala hal yang mendatangkan kenikmatan termasuk kasih ibu, pemujaan terhadap Tuhan dan cinta diri (narsisme); b) Thanatos, yaitu insting destruktif dan agresif. Insting ini disebut juga insting kematian. Id bergerak berdasarkan prinsip kesenangan, ingin segera memenuhi kebutuhannya. Id bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan. Walaupun Id mampu melahirkan keinginan, tetapi ia tidak mampu memuaskan keinginannya.
Ego berfungsi menjembatani tuntutan-tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional. Ego bekerja sebagai prinsip realitas.
Superego adalah “polisi kepribadian” yang mewakili dunia ideal. Superego adalah hatio nurani yang merupakan internalisasi dari norma-norma social dan cultural masyarakatnya. Super ego akan memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tidak berlainan kea lam bawah sadar. Baik id maupun superego berada dalam bawah sadar manusia, sedangkan ego berada ditengah, antara memenuhi desakan id dan peraturan superego. Untuk mengatasi ketegangan, ia dapat menyerah pada tuntutan id, tetapi berarti dihukum superego dengan perasaan bersalah. Untuk menghindari ketegangan, konflik atau frustasi ego secara sadar lalu menggunakan mekanisme pertahanan ego, yaitu dengan mendistorsi realitas. Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis, komponen psikologis dan komponen social atau unsur animal, rasional dan moral.
2. Behaviouristik
Behaviouralisme ingin menganalisis hanya perilaku yang nampak saja yang dapat di ukur, dilukiskan dan diramalkan. Teori kaum behaviouralisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia, kecuali insting adalah hasil belajar. Behaviouralisme tidak mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; kaum behavioralis hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh factor-faktor lingkungan. Behaviourisme sangat banyak menetukan perkembangan psikologi, terutama dalam hal eksperimen-eksperimen.
Kemudian John Locke meminjam konsep ini, yang dikenal sebagai kaum empirisme. Menurut mereka, pada waktu lahir manusia tidak mempunyai warna mental. Warna ini didapat dari pengalaman. Pengalaman adalah jalan satu-satunya kearah penguasaan pengetahuan. Secara psikologis, ini berarti bahwa seluruh perilaku manusia, kepribadian dan temperamen ditentukan oleh pengalaman indrawi. Pikiran dan perasaan bukan penyebab perilaku manusia, tetapi disebabkan oleh perilaku masa lalu.
3. Humanistik
Psikologi humanistic dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi. Revolusi pertama dan kedua adalah psikoanalisa dan behaviourisme. Psikologi humanistic mengambil banyak dari psikoanalisa neo Freudian seperti Adler dan Jung serta banyak mengambil pemikiran dari fenomenologi dan eksistensialisalisme. Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipersepsi dan diinterpretasi secara subjektif. Setiap orang mengalami dunia dengan cara sendiri. Alam pengalaman setiap orang berbeda dari alam pengalaman orang lain. Jadi intisari dari psikologi humanism adalah bahwa pada keunikan manusia, pentingnya nilai dan makna, serta kemampuan manusia untuk mengembangkan dirinya. Pandangan psikologi humanism, pada intinya adalah setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi dimana dia menjadi pusat. Perilaku manusia bersifat pada konsep diri, yaitu persepsi manusia tentang karena melakukan sesuatu hal atau dalam mengungkapkan perasaannya, maka ia akan sering melakukannya.
4. Allport
Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Orang-orang yang neoristis terikat atau terjalin erat pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak, tetapi orang-orang yang sehat bebas dari paksaan-paksaan masa lampau. Orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intense-intensi kea rah masa depan dan antisipasi-antisipasi masa depan. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi pandang yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak. Allport percaya bahwa sama sekali tidak ada kesamaan-kesamaan fungsional antara orang yang neoristis dan orang yang sehat. Allport mengemukakan suatu jurang atau dikotomi diantara keduanya dan salah satu diantara tipe-tipe kepribadian itu tidak memperlihatkan salah satu diantara sifat-sifat dari yang lainnya. Dalam pandangan Allport, orang yang neoristis beroperasi dalam genggaman konflik-konflik dan pengalaman-pengalaman kanak-kanak dan kepribadian yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi.
Daftar Pustaka:
Lur Rochman Kholil, S.Ag., M.S.I. Kesehatan Mental: 2010, Purwokerto; Fajar Media Press
Diktat Kuliah Psikologi Pertumbuhan
IMAS AMALIA
15509505
2PA03
Senin, 21 Februari 2011
Perilaku Asertif Pada Remaja
Pendahuluan
Kata Pengantar
Terima kasih kepada ibu dosen psikologi,temen-temen serta orang-orang yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Kami penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Saya menerima semua kritik dan saran yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Latar Belakang
Setiap remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan mempunyai masalahnya sendiri-sendiri, namun masalah tanggung jawab pada remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi baik oleh anak laki-laki atau anak perempuan. Ada beberapa alasan adanya kesulitan itu. Pertama, sepanjang masa kanak-kanak masalah mereka sebagian diselesaikan oleh orangtua dan guru-guru sehingga kebanyakan remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah. Kedua, karena para remaja merasa diri mandiri sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua dan guru-guru. Karena ketidakmampuan mereka untuk mengatasi masalahnya menurut cara yang mereka yakini banyak remaja akhirnya menemukan penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan.
Isi
Perilaku Asertif Pada Remaja
Dewasa ini hubungan antara perilaku asertif dan tanggung jawab pada remaja adalah ketika sesorang remaja dibebani oleh suatu perkara yang membutuhkan tanggung jawab hal ini menjadi sebuah pintu gerbang utama untuk menjadi seseorang yang siap dalam menghadapi masa dewasanya. Perlu adanya prilaku asertif dari remaja sekarang untuk mengambil keputusan.
Pola perilaku asertif dapat di pahami bila kita membandingkannya dengan dua gaya dalam merespon suatu situasi pasif dan agresif.
Perilaku pasif respon pasif bertujuan untuk menghindari konflik. Orang yang pasif tidak asertif akan mengatakan hal yang tidak sesuai dengan yang dipikirkan karena takut orang lain tidak setuju. Mereka meletakan kepentingan orang lain di atas dirinya. Dalam hubungan interpersonal mereka memiliki kecenderungan khawatir akan respon sikap orang lain terhadap dirinya sendiri dan juga orang yang pasif mungkin memandang diri sendiri sebagai korban dari manipulasi orang lain.
Perilaku Agresif bersifat menyerang orang-orang yang agresif mementingkan diri mereka sendiri tidak peduli akan pikiran, perasaan dan kebutuhan orang lain. Meskipun terdapat beberapa orang yang mengedapankan perilaku seperti ini, namun perilaku seperti ini tidak membangun hubungan yang intim-saling percaya.
Asertif berasal dari kata asing to assert yang berarti menyatakan dengan tegas. Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak lainnya.
Perilaku asertif didefinisikan sebagai berikut
1. Perilaku Pasif
Respon pasif bertujuan untuk menghindari konflik dengan cara apapun. Orang yang pasif atau tidak asertif akan mengatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan karena takut orang lain tidak setuju. Individu yang pasif ‘bersembunyi’ dari orang lain dan menunggu orang lain memulai percakapan. Mereka meletakkan kepentingan atau keinginan orang lain diatas dirinya. Dalam suatu hubungan dengan orang lain, mereka cenderung gelisah, khawatir bagaimana orang lain akan bereaksi kepada mereka dan memiliki kebutuhan yang tinggi untuk disetujui. Masalah akan muncul ketika orang yang bersifat pasif secara rahasia merasa marah dan benci kepada orang lain. Orang yang pasif mungkin memandang diri mereka sendiri sebagai korban manipulasi oleh orang lain. Cara pandang yang seperti inilah merusak kepercayaan diri mereka.
2. Perilaku Agresif
Pada suatu situasi konflik, orang yang agresif ingin selalu “menang” dengan cara mendominasi atau mengintimidasi orang lain. Orang yang agresif memajukan kepentingannya sendiri atau sudut pandangnya sendiri tetapi tidak peduli atau “kejam” terhadap perasaan, pemikiran, dan kebutuhan orang lain. Cara agresi ini sering berhasil karena orang lain mengalah untuk menghindari konflik yang lebih buruk atau berkepanjangan. Karena perilaku agresif dapat memberikan efek yang menguntungkan dalam jangka pendek, seseorang bisa enggan untuk tidak menggunakan strategi yang agresif. Seringkali orang-orang yang cenderung untuk menggunakan strategi agresif untuk mencapai tujuannya, memiliki sudut pandang yang menyimpang misalnya bahwa mereka merasa dirinya terus menerus dalam situasi yang terancam, diserang secara personal, atau merasa diganggu oleh orang lain yang menghalangi usahanya. Individu seperti itu mudah marah dan frustasi. Mereka nampaknya percaya bahwa mereka seharusnya tidak merasakan frustasi. Bukannya secara rasional menganggap suatu kejadian sebagai kekecewaan, orang yang agresif meresponnya dengan kemarahan. Bukannya membantu menyelesaikan masalah, mereka malah “meluapkan apa yang ada di dalam dada” meningkatkan kemarahan dan serangan. Pada awalnya orang lain mungkin menyerah akibat intimidasi oleh individu yang
bersikap agresif, mereka juga bisa bertindak dengan cara yang halus untuk membalas.
Sebagai contoh, pasien yang merasa tidak diperlakukan dengan baik pada suatu apotek mungkin tidak akan kembali ke apotek tersebut dan mungkin memberitahukan teman-temannya mengenai pengalaman buruknya. Para pekerja yang merasa putus asa dan dinilai rendah dapat mensabotase tujuan atasan mereka dengan cara yang beragam dan tidak langsung. Jadi, individu agresif mungkin memenangkan suatu pertarungan pribadi antar-individu dalam jangka pendek, tetapi perilakunya ini sering membawa konsekuensi negatif dalam jangka panjang. Sayangnya, banyak aspek budaya kita (media, televisi, film, dan politisi) yang mendukung pemikiran bahwa cara untuk mencapai apa yang diinginkan adalah dengan menggunakan perilaku agresif. Anda memaksakan kepentingan pribadi anda tanpa memperhatikan perspektif individu lain. Meskipun seseorang mungkin memperoleh tujuan pribadi mereka dengan menggunakan pendekatan agresif, strategi ini tidak membangun hubungan yang saling percaya, yang merupakan unsur utama dalam bekerja dengan pasien dan orang lain pada pekerjaan profesional kita. Jadi, agar lebih efektif dalam jangka panjang, Anda harus belajar bagaimana memfokuskan energi anda untuk menggunakan perilaku yang asertif dan bukan agresif.
3. Perilaku Asertif
Perilaku asertif adalah menyatakan secara langsung suatu ide, opini, dan keinginan. Tujuan perilaku asertif adalah untuk mengkomunikasikan sesuatu pada suasana saling percaya. Konflik yang muncul dihadapi dan solusi dicari yang menguntungkan semua pihak. Individu yang asertif memulai komunikasi dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat menyampaikan kepedulian dan rasa penghargaan mereka terhadap orang lain. Tujuan komunikasi ini adalah untuk mengungkapkan pendapat diri sendiri dan untuk menyelesaikan masalah interpersonal tanpa merusak suatu hubungan. Perilaku asertif mengharuskan kita untuk menghormati orang lain sebagaimana kita menghormati diri sendiri.
Faktor penting untuk menjadi individu asertif adalah kemampuan untuk bertindak secara konsisten sesuai standar yang kita miliki untuk perilaku kita sendiri. Ketika kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa orang lain “membuat” kita merasa atau bertindak dengan cara tertentu, kita tidak bertanggung jawab terhadap perilaku kita sendiri. Bukannya mengubah diri sendiri, kita mencoba (tanpa kekuasaan) membuat orang lain untuk berubah. Namun satu-satunya kekuasaan yang kita miliki untuk menghasilkan suatu perubahan pada hubungan apapun adalah mengubah perilaku kita sendiri.
Penelitian membuktikan bahwa dibutuhkan beberapa keterampilan untuk dapat berkomunikasi secara asertif. Termasuk untuk memulai dan memelihara percakapan, mendorong perilaku asertif pada orang lain, merespon kritik dengan tepat, menyampaikan umpan balik negatif yang dapat diterima, mengungkapkan penghargaan atau kegembiraan, membuat permintaan, memberi batasan atau menolak permintaan, menyampaikan kepercayaan/keyakinan diri secara verbal dan non-verbal, dan mengungkapkan pendapat dan perasaan dengan tepat.
Teknik – Teknik Dalam Bertindak Asertif
1. Memberikan Umpan Balik
Memberikan umpan balik yang jujur ketika anda mendapat reaksi yang negatif karena perilaku orang lain memang sulit dilakukan tanpa menyakiti perasaan. Sering kali memperbaiki hubungan anda dalam waktu jangka panjang. Anda harus menyatakan bahwa anda telah kecewa pada apa yang mereka lakukan.
2. Meminta Umpan Balik dari Orang Lain
Kita perlu berlatih memberikan umpan balik dengan cara yang tepat, kita juga perlu mengundang umpan balik dari orang lain untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal kita.
3. Menentukan Batasan
Bertindak asertif dalam menetukan batasan berarti anda mengampil tanggung jawab untuk keputusan yang anda ambil mengenai bagaimana menghabiskan sumber daya pribadi anda tanpa merasa marah kepada orang lain.
4. Membuat Permintaan
Meminta sesuatu yang anda inginkan dari orang lain secara langsung juga diperlukan pada hubungan yang sehat. Kita harus percaya bahwa orang lain akan dapat merespon permintaan kita secara asertif, termasuk berkata “tidak”. Jadi, kita tidak perlu bereaksi berlebihan ketika seseorang menolak permintaan kita dengan cara yang asertif.
5. Berlaku Persisten
Salah satu aspek penting dalam perilaku asertif adalah persisten untuk menjamin bahwa hak-hak anda dihargai. Sering ketika kita telah menentukan batasan atau telah berkata “tidak’, kemudian orang-orang tersebut akan membujuk untuk mengubah pikiran. Jika kita mengulangi lagi menyatakan keputusan kita dengan santai, kita telah bertindak asertif tanpa menjadi agresif dan tanpa menyerah. Respon ini, mengulangi menyatakan keputusan tadi dengan santai. Respon seperti ini akan menghentika bahkan orang yang paling manipulatif, tanpa menimbulkan rasa bersalah atau meningkatkan konflik.
6. Membingkai Kembali
Bingkai adalah jalan pintas kognitif yang digunakan orang untuk membuat suatu informasi yang kompleks menjadi masuk akal.
7. Mengabaikan Provokasi
Konflik interpersonal antara profesional-profesional di bidang kesehatan sering ditandai dengan perebutan kekuasaan dan otonomi. Mengabaikan komentar yang bersifat mencela dari orang lain dan tetap fokus pada penyelesaian masalah dapat menjaga konflik agar tidak meningkat ke arah yang dapat merusak hubungan.
8. Merespon Kritik
Mulai mengatasi kritik dengan layak adalah dengan menantang kepercayaan irasional yang mendasarinya yang mengakibatkan kita takut tidak diakui oleh orang lain.
Dasar Teori
Pelatihan untuk membangun perilaku asertif dan teori-teori mengenai bagaimana orang merespon dengan cara pasif atau agresif didasarkan pada teori kognitif dan psikologi tingkah laku. Pakar tingkah laku percaya bahwa respon pasif atau agresif mendapat dukungan atau penghargaan sehingga cara merespon demikian menjadi lebih banyak digunakan. Perilaku agresif sering berhasil dalam jangka pendek, karena orang lain merasa terintimidasi dan membiarkan orang yang agresif mendapatkan apa yang mereka inginkan. Perilaku pasif diperkuat ketika suatu individu dapat kabur atau bahkan menghindari konflik dan dengan demikian dapat terlepas dari kegelisahan yang menyertai konflik tersebut. Teori kognitif percaya bahwa pengertian dan kepercayaan yang tidak tepat mengenai cara merespon konflik secara pasif atau agresif yang membuat orang tidak mendukung perilaku asertif.
Sumber
Http://book.store.co.id/kesehatanmental-konsepdanperilakuasertif.Buku7787.html
Http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1854941-kesehatan-mental-remaja/
Kata Pengantar
Terima kasih kepada ibu dosen psikologi,temen-temen serta orang-orang yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Kami penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Saya menerima semua kritik dan saran yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Latar Belakang
Setiap remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan mempunyai masalahnya sendiri-sendiri, namun masalah tanggung jawab pada remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi baik oleh anak laki-laki atau anak perempuan. Ada beberapa alasan adanya kesulitan itu. Pertama, sepanjang masa kanak-kanak masalah mereka sebagian diselesaikan oleh orangtua dan guru-guru sehingga kebanyakan remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah. Kedua, karena para remaja merasa diri mandiri sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua dan guru-guru. Karena ketidakmampuan mereka untuk mengatasi masalahnya menurut cara yang mereka yakini banyak remaja akhirnya menemukan penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan.
Isi
Perilaku Asertif Pada Remaja
Dewasa ini hubungan antara perilaku asertif dan tanggung jawab pada remaja adalah ketika sesorang remaja dibebani oleh suatu perkara yang membutuhkan tanggung jawab hal ini menjadi sebuah pintu gerbang utama untuk menjadi seseorang yang siap dalam menghadapi masa dewasanya. Perlu adanya prilaku asertif dari remaja sekarang untuk mengambil keputusan.
Pola perilaku asertif dapat di pahami bila kita membandingkannya dengan dua gaya dalam merespon suatu situasi pasif dan agresif.
Perilaku pasif respon pasif bertujuan untuk menghindari konflik. Orang yang pasif tidak asertif akan mengatakan hal yang tidak sesuai dengan yang dipikirkan karena takut orang lain tidak setuju. Mereka meletakan kepentingan orang lain di atas dirinya. Dalam hubungan interpersonal mereka memiliki kecenderungan khawatir akan respon sikap orang lain terhadap dirinya sendiri dan juga orang yang pasif mungkin memandang diri sendiri sebagai korban dari manipulasi orang lain.
Perilaku Agresif bersifat menyerang orang-orang yang agresif mementingkan diri mereka sendiri tidak peduli akan pikiran, perasaan dan kebutuhan orang lain. Meskipun terdapat beberapa orang yang mengedapankan perilaku seperti ini, namun perilaku seperti ini tidak membangun hubungan yang intim-saling percaya.
Asertif berasal dari kata asing to assert yang berarti menyatakan dengan tegas. Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak lainnya.
Perilaku asertif didefinisikan sebagai berikut
1. Perilaku Pasif
Respon pasif bertujuan untuk menghindari konflik dengan cara apapun. Orang yang pasif atau tidak asertif akan mengatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan karena takut orang lain tidak setuju. Individu yang pasif ‘bersembunyi’ dari orang lain dan menunggu orang lain memulai percakapan. Mereka meletakkan kepentingan atau keinginan orang lain diatas dirinya. Dalam suatu hubungan dengan orang lain, mereka cenderung gelisah, khawatir bagaimana orang lain akan bereaksi kepada mereka dan memiliki kebutuhan yang tinggi untuk disetujui. Masalah akan muncul ketika orang yang bersifat pasif secara rahasia merasa marah dan benci kepada orang lain. Orang yang pasif mungkin memandang diri mereka sendiri sebagai korban manipulasi oleh orang lain. Cara pandang yang seperti inilah merusak kepercayaan diri mereka.
2. Perilaku Agresif
Pada suatu situasi konflik, orang yang agresif ingin selalu “menang” dengan cara mendominasi atau mengintimidasi orang lain. Orang yang agresif memajukan kepentingannya sendiri atau sudut pandangnya sendiri tetapi tidak peduli atau “kejam” terhadap perasaan, pemikiran, dan kebutuhan orang lain. Cara agresi ini sering berhasil karena orang lain mengalah untuk menghindari konflik yang lebih buruk atau berkepanjangan. Karena perilaku agresif dapat memberikan efek yang menguntungkan dalam jangka pendek, seseorang bisa enggan untuk tidak menggunakan strategi yang agresif. Seringkali orang-orang yang cenderung untuk menggunakan strategi agresif untuk mencapai tujuannya, memiliki sudut pandang yang menyimpang misalnya bahwa mereka merasa dirinya terus menerus dalam situasi yang terancam, diserang secara personal, atau merasa diganggu oleh orang lain yang menghalangi usahanya. Individu seperti itu mudah marah dan frustasi. Mereka nampaknya percaya bahwa mereka seharusnya tidak merasakan frustasi. Bukannya secara rasional menganggap suatu kejadian sebagai kekecewaan, orang yang agresif meresponnya dengan kemarahan. Bukannya membantu menyelesaikan masalah, mereka malah “meluapkan apa yang ada di dalam dada” meningkatkan kemarahan dan serangan. Pada awalnya orang lain mungkin menyerah akibat intimidasi oleh individu yang
bersikap agresif, mereka juga bisa bertindak dengan cara yang halus untuk membalas.
Sebagai contoh, pasien yang merasa tidak diperlakukan dengan baik pada suatu apotek mungkin tidak akan kembali ke apotek tersebut dan mungkin memberitahukan teman-temannya mengenai pengalaman buruknya. Para pekerja yang merasa putus asa dan dinilai rendah dapat mensabotase tujuan atasan mereka dengan cara yang beragam dan tidak langsung. Jadi, individu agresif mungkin memenangkan suatu pertarungan pribadi antar-individu dalam jangka pendek, tetapi perilakunya ini sering membawa konsekuensi negatif dalam jangka panjang. Sayangnya, banyak aspek budaya kita (media, televisi, film, dan politisi) yang mendukung pemikiran bahwa cara untuk mencapai apa yang diinginkan adalah dengan menggunakan perilaku agresif. Anda memaksakan kepentingan pribadi anda tanpa memperhatikan perspektif individu lain. Meskipun seseorang mungkin memperoleh tujuan pribadi mereka dengan menggunakan pendekatan agresif, strategi ini tidak membangun hubungan yang saling percaya, yang merupakan unsur utama dalam bekerja dengan pasien dan orang lain pada pekerjaan profesional kita. Jadi, agar lebih efektif dalam jangka panjang, Anda harus belajar bagaimana memfokuskan energi anda untuk menggunakan perilaku yang asertif dan bukan agresif.
3. Perilaku Asertif
Perilaku asertif adalah menyatakan secara langsung suatu ide, opini, dan keinginan. Tujuan perilaku asertif adalah untuk mengkomunikasikan sesuatu pada suasana saling percaya. Konflik yang muncul dihadapi dan solusi dicari yang menguntungkan semua pihak. Individu yang asertif memulai komunikasi dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat menyampaikan kepedulian dan rasa penghargaan mereka terhadap orang lain. Tujuan komunikasi ini adalah untuk mengungkapkan pendapat diri sendiri dan untuk menyelesaikan masalah interpersonal tanpa merusak suatu hubungan. Perilaku asertif mengharuskan kita untuk menghormati orang lain sebagaimana kita menghormati diri sendiri.
Faktor penting untuk menjadi individu asertif adalah kemampuan untuk bertindak secara konsisten sesuai standar yang kita miliki untuk perilaku kita sendiri. Ketika kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa orang lain “membuat” kita merasa atau bertindak dengan cara tertentu, kita tidak bertanggung jawab terhadap perilaku kita sendiri. Bukannya mengubah diri sendiri, kita mencoba (tanpa kekuasaan) membuat orang lain untuk berubah. Namun satu-satunya kekuasaan yang kita miliki untuk menghasilkan suatu perubahan pada hubungan apapun adalah mengubah perilaku kita sendiri.
Penelitian membuktikan bahwa dibutuhkan beberapa keterampilan untuk dapat berkomunikasi secara asertif. Termasuk untuk memulai dan memelihara percakapan, mendorong perilaku asertif pada orang lain, merespon kritik dengan tepat, menyampaikan umpan balik negatif yang dapat diterima, mengungkapkan penghargaan atau kegembiraan, membuat permintaan, memberi batasan atau menolak permintaan, menyampaikan kepercayaan/keyakinan diri secara verbal dan non-verbal, dan mengungkapkan pendapat dan perasaan dengan tepat.
Teknik – Teknik Dalam Bertindak Asertif
1. Memberikan Umpan Balik
Memberikan umpan balik yang jujur ketika anda mendapat reaksi yang negatif karena perilaku orang lain memang sulit dilakukan tanpa menyakiti perasaan. Sering kali memperbaiki hubungan anda dalam waktu jangka panjang. Anda harus menyatakan bahwa anda telah kecewa pada apa yang mereka lakukan.
2. Meminta Umpan Balik dari Orang Lain
Kita perlu berlatih memberikan umpan balik dengan cara yang tepat, kita juga perlu mengundang umpan balik dari orang lain untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal kita.
3. Menentukan Batasan
Bertindak asertif dalam menetukan batasan berarti anda mengampil tanggung jawab untuk keputusan yang anda ambil mengenai bagaimana menghabiskan sumber daya pribadi anda tanpa merasa marah kepada orang lain.
4. Membuat Permintaan
Meminta sesuatu yang anda inginkan dari orang lain secara langsung juga diperlukan pada hubungan yang sehat. Kita harus percaya bahwa orang lain akan dapat merespon permintaan kita secara asertif, termasuk berkata “tidak”. Jadi, kita tidak perlu bereaksi berlebihan ketika seseorang menolak permintaan kita dengan cara yang asertif.
5. Berlaku Persisten
Salah satu aspek penting dalam perilaku asertif adalah persisten untuk menjamin bahwa hak-hak anda dihargai. Sering ketika kita telah menentukan batasan atau telah berkata “tidak’, kemudian orang-orang tersebut akan membujuk untuk mengubah pikiran. Jika kita mengulangi lagi menyatakan keputusan kita dengan santai, kita telah bertindak asertif tanpa menjadi agresif dan tanpa menyerah. Respon ini, mengulangi menyatakan keputusan tadi dengan santai. Respon seperti ini akan menghentika bahkan orang yang paling manipulatif, tanpa menimbulkan rasa bersalah atau meningkatkan konflik.
6. Membingkai Kembali
Bingkai adalah jalan pintas kognitif yang digunakan orang untuk membuat suatu informasi yang kompleks menjadi masuk akal.
7. Mengabaikan Provokasi
Konflik interpersonal antara profesional-profesional di bidang kesehatan sering ditandai dengan perebutan kekuasaan dan otonomi. Mengabaikan komentar yang bersifat mencela dari orang lain dan tetap fokus pada penyelesaian masalah dapat menjaga konflik agar tidak meningkat ke arah yang dapat merusak hubungan.
8. Merespon Kritik
Mulai mengatasi kritik dengan layak adalah dengan menantang kepercayaan irasional yang mendasarinya yang mengakibatkan kita takut tidak diakui oleh orang lain.
Dasar Teori
Pelatihan untuk membangun perilaku asertif dan teori-teori mengenai bagaimana orang merespon dengan cara pasif atau agresif didasarkan pada teori kognitif dan psikologi tingkah laku. Pakar tingkah laku percaya bahwa respon pasif atau agresif mendapat dukungan atau penghargaan sehingga cara merespon demikian menjadi lebih banyak digunakan. Perilaku agresif sering berhasil dalam jangka pendek, karena orang lain merasa terintimidasi dan membiarkan orang yang agresif mendapatkan apa yang mereka inginkan. Perilaku pasif diperkuat ketika suatu individu dapat kabur atau bahkan menghindari konflik dan dengan demikian dapat terlepas dari kegelisahan yang menyertai konflik tersebut. Teori kognitif percaya bahwa pengertian dan kepercayaan yang tidak tepat mengenai cara merespon konflik secara pasif atau agresif yang membuat orang tidak mendukung perilaku asertif.
Sumber
Http://book.store.co.id/kesehatanmental-konsepdanperilakuasertif.Buku7787.html
Http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1854941-kesehatan-mental-remaja/
Sabtu, 19 Februari 2011
Gadis - Perempuan
Aku bukanlah seseorang yang bijak
Dan aku bukanlah seseorang yang dewasa
Aku hanya mencoba untuk menjadi sempurna
Sesempurnanya bidadari
Ini aku,
Aku yang seorang gadis
Seorang gadis yang belajar menjadi perempuan
Dan ku akui itu semua tidaklah mudah
Semudah membalikkan telapak tangan
Tapi, hei!!
Ini bukan akhir, mungkin ini awal
Awal dari kisah panjangku menjadi perempuan
Masih banyak waktu untuk merubahnya
Ini sebuah harapan, tapi bukan harapan yang terpendam
Namun akan terus ku gali harapan itu hingga tumbuh menjadi kenyataan
Kenyataan yang akan semua orang lihat
Kenyataan yang akan ku tunjukkan
Kenyataan yang akan ku berikan senyuman
Dan aku bukanlah seseorang yang dewasa
Aku hanya mencoba untuk menjadi sempurna
Sesempurnanya bidadari
Ini aku,
Aku yang seorang gadis
Seorang gadis yang belajar menjadi perempuan
Dan ku akui itu semua tidaklah mudah
Semudah membalikkan telapak tangan
Tapi, hei!!
Ini bukan akhir, mungkin ini awal
Awal dari kisah panjangku menjadi perempuan
Masih banyak waktu untuk merubahnya
Ini sebuah harapan, tapi bukan harapan yang terpendam
Namun akan terus ku gali harapan itu hingga tumbuh menjadi kenyataan
Kenyataan yang akan semua orang lihat
Kenyataan yang akan ku tunjukkan
Kenyataan yang akan ku berikan senyuman
Semua Yang Datang Akan Pergi
Ini bukan cerita Romeo dan Juliet
Ini juga bukan cerita Rama dan Shinta
Apa lagi cerita tentang Putri dan Pangeran
Ini kisah kita
Kamu dan Aku
Kisah yang aneh, rumit dan mungkin tidak indah
Kisah yang hanya dibaluti oleh seberkas mimpi
Terkadang mimpi itu bisa jadi indah
Tapi sekejap mimpi itu bisa jadi buruk
Aku bukanlah seseorang yang sempurna sayang
Apalagi memiliki hati seperti malaikat
Dan aku juga bukan wanita bodoh yang selalu berharap
Karna bagiku harapan hanya sebuah mimpi
Mimpiku untuk memiliki kamu
Aku sadar sesadar-sadarnya
Semua yang datang akan pergi
Karna tidak ada yang diciptakan selalu abadi
Begitu juga dengan perasaan ini
Perasaan yang sudah lelah untuk menanti
Terima kasih sayang
Biarpun singkat,
kamu membuat seorang gadis mengerti apa itu arti cinta yang sebenarnya
Cinta yang tulus tanpa pamrih
Dan cinta yang tidak harus memiliki
Ini juga bukan cerita Rama dan Shinta
Apa lagi cerita tentang Putri dan Pangeran
Ini kisah kita
Kamu dan Aku
Kisah yang aneh, rumit dan mungkin tidak indah
Kisah yang hanya dibaluti oleh seberkas mimpi
Terkadang mimpi itu bisa jadi indah
Tapi sekejap mimpi itu bisa jadi buruk
Aku bukanlah seseorang yang sempurna sayang
Apalagi memiliki hati seperti malaikat
Dan aku juga bukan wanita bodoh yang selalu berharap
Karna bagiku harapan hanya sebuah mimpi
Mimpiku untuk memiliki kamu
Aku sadar sesadar-sadarnya
Semua yang datang akan pergi
Karna tidak ada yang diciptakan selalu abadi
Begitu juga dengan perasaan ini
Perasaan yang sudah lelah untuk menanti
Terima kasih sayang
Biarpun singkat,
kamu membuat seorang gadis mengerti apa itu arti cinta yang sebenarnya
Cinta yang tulus tanpa pamrih
Dan cinta yang tidak harus memiliki
Jumat, 05 November 2010
Internet dan Anak
Perkenalan
Internet adalah lingkungan virtual yang luas. Anak - anak dapat mengakses semua informasi dari hal kecil, sampai yg besar. Mereka bisa berkomunikasi dengan satu sama lain di belahan dunia manapun, berbagi pengalaman dan hobi, dan juga mereka bisa bermain game untuk meningkatkan skill dan koordinasi satu sama lain. Anak juga bisa mengakses tentang pornografi, dan hal-hal terorisme. Ketika mengalami kecanduan, anak rentan dalam ajakan seksual dan predasi, penggertakan dunia maya, dan pelecehan.
Namun dibalik perkembangannya yang pesat, Internet juga mempunyai dampak negatif. Ada juga bahaya Internet. Khususnya bagi generasi muda seperti anak dan remaja, Internet bisa memiliki dampak negatif yang dapat merusak masa depan. Setiap anak bisa mengakses Internet langsung dari handphone maupun komputer dan laptop di dalam kamar. Mereka bisa mengunjungi situs-situs yang kelihatan aman namun berbahaya. Apa saja bahaya dari Internet yang dapat merusak masa depan seorang anak dan remaja kesayangan kita?
Pornografi Internet
Bisnis pornografi di Internet merupakan salah satu bisnis nomor satu dalam dunia online. Untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, banyak penyedia jasa pornografi mempromosikan produknya dengan berbagai cara. Untuk mengakses situs web porno pun tidaklah sulit. Bahkan tanpa diundang, situs seperti itu bisa saja muncul tiba-tiba baik melalui e-mail maupun layar pop-up. Seorang anak yang sudah kecanduan pornografi Internet akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.
Pemangsa Seksual
Internet juga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui anak-anak. Ada sebanyak 750.000 pemangsa atau predator seksual setiap hari yang memanfaatkan ruang rumpi (chatting room) untuk berkenalan, kemudian mengajaknya untuk melakukan hubungan seks. Bila tidak berhati-hati, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mencuri identitas pribadi yang dapat digunakan untuk melakukan kejahatan.
Kecanduan Internet
Internet juga bisa menjadi candu. Seorang anak atau remaja bisa saja ketagihan untuk berada di dunia maya. Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.
Terjemahan
Semakin banyak berita yang melibatkan anak-anak karena internet. Orang tua menjadi merasa prihatin karena anak-anak mereka semakin jauh dari rumah, karena anak-anak semakin masuk ke dalam lingkungan internet.
Sejumlah anak-anak yang dilaporkan sebagai korban pelecehan internet mereka juga melaporkan sebagai pelaku pelecehan internet. Ybarra dan Mitchellmenganalisis karakteristik anak-anak dari survei pemuda keamanan internet yang melaporkan tentang pelecehan karena internet. Ybarra dan Mitchell menemukan bahwa 15% responden survei dari pemuda keselamatan internet mengindikasikan bahwa dalam satu tahun terakhir ini anak-anak kebanyakan telah membuat komentar kasar atau jahat kepada orang lain dan internet digunakan 1% untuk melecehkan seseorang. Berdasarkan hasil penelitian mereka, Ybarra dan Mitchell berpendapat bahwa anonimitas dari internet memungkinkan beberapa anak lebih agresif dalam kehidupan internet daripada mereka mengekspresikannya dalam kehidupan nyata.
Dalam ringkasan, penelitian tentang penggunaan internet dan terjadinya kekerasan sangat erat . Mengakses internet lebih banyak dampaknya terhadap kekerasan dan pelecehan trehadap anak-anak. Bagaimanapun, dari kejadian tersebut dapat lebih menghancurkan korban pada anak.
Internet Menjadi Bijaksana
Ada beberapa pendekatan efek-efek merusak yang telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari internet. salah satu pendekatan adalah untuk mengatur bahan apa yang dapat didistribusikan internet bertindak sebagai online telah disahkan oleh kongres negara bersatu pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial dari distribusi tidak pantas untuk anak di bawah umur. meskipun undang-undang ini belum pernah diambil karena berpengaruh tantangan terhadap pengadilan,undang-undang melanggar hak amandemen pertama untuk kebebasan berbicara, banyak negara telah membuat hukum yang sama. dalam menanggapi hukum potensial, situs pornografi banyak ditutup, hanya untuk di dominan lain di luar Amerika Serikat.
Seperti disebutkan sebelumnya,pendekatan lain untuk melindungi anak dari bahaya internet telah menjadi pengembangan perangkat lunak untuk menyaring anak-anak terhadap sumber daya. Di bagian, ini berasal dari undang-undang internet perlindungan anak-anak tindakan (CIPA) yang disahkan oleh kongres amerika serikat pada tahun 2000. Banyak sekolah dan perpustakaan umum membutuhkan untuk menginstal penyaringan software pada semua komputer dalam rangka memenuhi persyaratan untuk pendanaan federal. CIPA meskipun telah sebagian tertimpa oleh Mahkamah Agung, berbagai negara telah memberlakukan undang-undang yang sama. banyak sekolah dan perpustakaan telah menginstal perangkat lunak penyaringan dan perusahaan komersial seperti pengasuh bersih dan pengasuh cyber terlibat dalam pemasaran ekstensif program mereka penyaringan kepada orang tua.
Hubungan antara niat dan perilaku yang sebenarnya kompleks dan anak-anak tidak mungkin meterjemahkan pengetahuan baru mereka dan sikap terhadap internet untuk perilaku yang aman di internet. solusi perangkat lunak dapat membantu anak-anak belajar untuk mengendalikan perilaku mereka di internet dengan memaksa mereka untuk secara kritis menilai sumber daya internet sebelum menggunakannya hanya sebagai pengasuh anak-anak untuk menyeberang jalan dengan aman. solusi perangkat lunak cerdas dapat dibuat untuk membantu anak-anak menjelajahi internet. dia dari sekedar memblokir sumber daya, versi baru dari perangkat lunak penyaringan memungkinkan akses ke sebagian sumber daya dan mengharuskan anak untuk benar menjawab serangkaian pertanyaan kritis penilaian sebelum melanjutkan ke seluruh sumber daya.
Internet adalah banyak lingkungan virtual tak terbatas dengan banyak kemungkinan untuk perkembangan anak yang positif dan eksplorasi. anak-anak bisa mengunjungi banyak tempat, mengeksplorasi banyak budaya, mencoba banyak teknologi, dan berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda. pengalaman ini membantu anak-anak mengembangkan kognitif dan sosial. internet juga memiliki sisi berkelim. anak-anak bisa terkena pornografi dan benci, dilecehkan, mengintai, dan diculik. dengan memberdayakan anak-anak kita untuk mendapatkan keterampilan penilaian kritis dan menjadi internet bijaksana, kita dapat membantu mereka memperluas pikiran mereka dan dunia aman melalui internet
NAMA/NPM : 1. Ardiaz Azhar (14509405)
2. Imas Amalia (15509505)
3. Nuarindah (10509668)
4. Ratna Suci Dianti (13509792)
5. Sari Gracelia (14509897)
Internet adalah lingkungan virtual yang luas. Anak - anak dapat mengakses semua informasi dari hal kecil, sampai yg besar. Mereka bisa berkomunikasi dengan satu sama lain di belahan dunia manapun, berbagi pengalaman dan hobi, dan juga mereka bisa bermain game untuk meningkatkan skill dan koordinasi satu sama lain. Anak juga bisa mengakses tentang pornografi, dan hal-hal terorisme. Ketika mengalami kecanduan, anak rentan dalam ajakan seksual dan predasi, penggertakan dunia maya, dan pelecehan.
Namun dibalik perkembangannya yang pesat, Internet juga mempunyai dampak negatif. Ada juga bahaya Internet. Khususnya bagi generasi muda seperti anak dan remaja, Internet bisa memiliki dampak negatif yang dapat merusak masa depan. Setiap anak bisa mengakses Internet langsung dari handphone maupun komputer dan laptop di dalam kamar. Mereka bisa mengunjungi situs-situs yang kelihatan aman namun berbahaya. Apa saja bahaya dari Internet yang dapat merusak masa depan seorang anak dan remaja kesayangan kita?
Pornografi Internet
Bisnis pornografi di Internet merupakan salah satu bisnis nomor satu dalam dunia online. Untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, banyak penyedia jasa pornografi mempromosikan produknya dengan berbagai cara. Untuk mengakses situs web porno pun tidaklah sulit. Bahkan tanpa diundang, situs seperti itu bisa saja muncul tiba-tiba baik melalui e-mail maupun layar pop-up. Seorang anak yang sudah kecanduan pornografi Internet akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.
Pemangsa Seksual
Internet juga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui anak-anak. Ada sebanyak 750.000 pemangsa atau predator seksual setiap hari yang memanfaatkan ruang rumpi (chatting room) untuk berkenalan, kemudian mengajaknya untuk melakukan hubungan seks. Bila tidak berhati-hati, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mencuri identitas pribadi yang dapat digunakan untuk melakukan kejahatan.
Kecanduan Internet
Internet juga bisa menjadi candu. Seorang anak atau remaja bisa saja ketagihan untuk berada di dunia maya. Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.
Terjemahan
Semakin banyak berita yang melibatkan anak-anak karena internet. Orang tua menjadi merasa prihatin karena anak-anak mereka semakin jauh dari rumah, karena anak-anak semakin masuk ke dalam lingkungan internet.
Sejumlah anak-anak yang dilaporkan sebagai korban pelecehan internet mereka juga melaporkan sebagai pelaku pelecehan internet. Ybarra dan Mitchellmenganalisis karakteristik anak-anak dari survei pemuda keamanan internet yang melaporkan tentang pelecehan karena internet. Ybarra dan Mitchell menemukan bahwa 15% responden survei dari pemuda keselamatan internet mengindikasikan bahwa dalam satu tahun terakhir ini anak-anak kebanyakan telah membuat komentar kasar atau jahat kepada orang lain dan internet digunakan 1% untuk melecehkan seseorang. Berdasarkan hasil penelitian mereka, Ybarra dan Mitchell berpendapat bahwa anonimitas dari internet memungkinkan beberapa anak lebih agresif dalam kehidupan internet daripada mereka mengekspresikannya dalam kehidupan nyata.
Dalam ringkasan, penelitian tentang penggunaan internet dan terjadinya kekerasan sangat erat . Mengakses internet lebih banyak dampaknya terhadap kekerasan dan pelecehan trehadap anak-anak. Bagaimanapun, dari kejadian tersebut dapat lebih menghancurkan korban pada anak.
Internet Menjadi Bijaksana
Ada beberapa pendekatan efek-efek merusak yang telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari internet. salah satu pendekatan adalah untuk mengatur bahan apa yang dapat didistribusikan internet bertindak sebagai online telah disahkan oleh kongres negara bersatu pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial dari distribusi tidak pantas untuk anak di bawah umur. meskipun undang-undang ini belum pernah diambil karena berpengaruh tantangan terhadap pengadilan,undang-undang melanggar hak amandemen pertama untuk kebebasan berbicara, banyak negara telah membuat hukum yang sama. dalam menanggapi hukum potensial, situs pornografi banyak ditutup, hanya untuk di dominan lain di luar Amerika Serikat.
Seperti disebutkan sebelumnya,pendekatan lain untuk melindungi anak dari bahaya internet telah menjadi pengembangan perangkat lunak untuk menyaring anak-anak terhadap sumber daya. Di bagian, ini berasal dari undang-undang internet perlindungan anak-anak tindakan (CIPA) yang disahkan oleh kongres amerika serikat pada tahun 2000. Banyak sekolah dan perpustakaan umum membutuhkan untuk menginstal penyaringan software pada semua komputer dalam rangka memenuhi persyaratan untuk pendanaan federal. CIPA meskipun telah sebagian tertimpa oleh Mahkamah Agung, berbagai negara telah memberlakukan undang-undang yang sama. banyak sekolah dan perpustakaan telah menginstal perangkat lunak penyaringan dan perusahaan komersial seperti pengasuh bersih dan pengasuh cyber terlibat dalam pemasaran ekstensif program mereka penyaringan kepada orang tua.
Hubungan antara niat dan perilaku yang sebenarnya kompleks dan anak-anak tidak mungkin meterjemahkan pengetahuan baru mereka dan sikap terhadap internet untuk perilaku yang aman di internet. solusi perangkat lunak dapat membantu anak-anak belajar untuk mengendalikan perilaku mereka di internet dengan memaksa mereka untuk secara kritis menilai sumber daya internet sebelum menggunakannya hanya sebagai pengasuh anak-anak untuk menyeberang jalan dengan aman. solusi perangkat lunak cerdas dapat dibuat untuk membantu anak-anak menjelajahi internet. dia dari sekedar memblokir sumber daya, versi baru dari perangkat lunak penyaringan memungkinkan akses ke sebagian sumber daya dan mengharuskan anak untuk benar menjawab serangkaian pertanyaan kritis penilaian sebelum melanjutkan ke seluruh sumber daya.
Internet adalah banyak lingkungan virtual tak terbatas dengan banyak kemungkinan untuk perkembangan anak yang positif dan eksplorasi. anak-anak bisa mengunjungi banyak tempat, mengeksplorasi banyak budaya, mencoba banyak teknologi, dan berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda. pengalaman ini membantu anak-anak mengembangkan kognitif dan sosial. internet juga memiliki sisi berkelim. anak-anak bisa terkena pornografi dan benci, dilecehkan, mengintai, dan diculik. dengan memberdayakan anak-anak kita untuk mendapatkan keterampilan penilaian kritis dan menjadi internet bijaksana, kita dapat membantu mereka memperluas pikiran mereka dan dunia aman melalui internet
NAMA/NPM : 1. Ardiaz Azhar (14509405)
2. Imas Amalia (15509505)
3. Nuarindah (10509668)
4. Ratna Suci Dianti (13509792)
5. Sari Gracelia (14509897)
Kamis, 14 Oktober 2010
oktober is oktober
Oktober ini beda dengan oktober setahun yang lalu. Oktober setahun yang lalu adalah oktober yang penuh dengan kasih sayang, perhatian dan cinta. Oktober yang membuat bibir selalu menyunggingkan senyuman. Ini baru awal okrtober dan masih ada lagi akhir oktober. Aku sangat menyukai bulan oktober. Bulan dimana aku dilahirkan. Bulan dimana aku akan mendapatkan sejuta kata selamat ulang tahun. Bulan dimana orang-orang akan perhatian padaku. Bulan dimana aku akan merasakan kebahagian yang lebih. Tapi aku sadar ini hanyalah sebuah bulan. Yang dimana setiap bulan akan datang dan kembali silih berganti selama 12 bulan bahkan bertahun-tahun. Dan bagaimanapun pahitnya aku tetap menyukai oktober. Karena oktober adalah oktober. i love oktober :D
Langganan:
Postingan (Atom)