Kamis, 18 April 2013
DAMPAK MODERINISASI BAGI KAWULA MUDA
Kebanyakan dari kawula muda sekarang berperilaku modern. Seperti memakai pakaian, sepatu, tas dan lain-lain yang bermerek dan bisa menyempurnakan penampilan mereka. Mereka cenderung mengikuti trend, kebanyakan dari mereka meniru orang lain tanpa melihat apakah hal tersebut pantas atau cocok dan mempunyai dampak yang negatif atau positif bagi mereka. Hal-hal seperti itu dapat mempengaruhi perilaku mereka seperti cara berfikir dan gaya hidup. Mereka cenderung untuk menonjolkan penampilan dan cara berfikir mereka. Di jaman yang serba tekhnologi sekarang mereka dapat dengan mudah mendapatkan informasi melalui internet dan media sosial seperti facebook, twitter, instragram, path dan lain-lain. Tidak dipungkiri kawula muda pasti memiliki social network seperti itu. Dengan adanya internet mereka juga dimudahkan dalam mengerjakan tugas sekolah dan tugas kuliah. Tetapi tidak dipungkiri terkadang mengikuti perilaku yang moderinisasi juga memiliki dampak yang positif seperti kita bisa mengikuti perkembangan jaman seperti mengetahui informasi-informasi didalam negeri maupun diluar negeri, bisa berkomunikasi jarak jauh dengan bisa saling mengirim e-mail ( bisa tetap menjalin silahturahmi ) dan masih banyak lagi. Tetapi juga memiliki dampak negatifnya yaitu kita bisa meremehkan atau memudahkan hal-hal yang penting, bisa menimbulkan pokranisasi (sering menunda-nunda pekerjaan atau tugas ), tidak bisa mengontrol diri sendiri misalnya ketika menginginkan sesuatu sering memaksakan sehingga tidak sesuai keadaan dan lain sebagainya. Menurut saya sebagai anak muda tidak ada salahnya kalau kita berperilaku moderinisasi, karena kita sebagai penerus bangsa memang harus mengetahui banyak hal, tetapi kita juga harus dapat mengontrol dan memilah-milah mana yang baik dan tidak agar kita tidak terlalu mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Rabu, 10 April 2013
Konsep Kesehatan Mental & Teori Perkembangan Kepribadian
Konsep Kesehatan Berdasarkan Dimensi Emosional, Intelektual, Sosial, Fisik dan Spritual
Menurut WHO (1947) kesehatan merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut UU No.23,1992 kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental) dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.
Pengertian kesehatan pada saat ini memang lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.
1. Kesehatan berdasarkan dimensi emosional
Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 (tiga) komponen yaitu:
• Pikiran yang sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, khawatir, sedih dan lain-lain.
• Spiritual yang sehat tercermin dari diri seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian kepercayaan dan sebagainya. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari keagamaan seseorang, dimana ia menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi larangannya dan menjalankan ibadahnya.
2. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial,ekonomi, politik dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
3. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
4. Kesehatan intelektual adalah suatu keadaan dimana seseorang mampu mengendalikan kecerdasannya untuk berfikir secara baik ataupun buruk. Kesehatan intelektual sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran, ataupun memecahkan problem yang di hadapi.
5. Kesehatan Spiritual
Spiritual adalah suatu yang dipengaruhi oleh budaya, perkembangan, pengalaman hidup, kepercayaan dan nilai kehidupan. Spiritual mampu menghadirkan cinta, kepercayaan dan harapan, melihat arti dari kehidupan danmemelihara hubungan dengan sesama (dalam docstoc). Spiritual adalah suatu kepercayaan dalam hubungan antar manusia dengan beberapa kekuatan diatasnya, kreatif, kemuliaan atau sumber energy serta spiritual juga merupakan pencarian arti dalam kehidupan dan pengembangan dari nilai-nilai dan system kepercayaan seseorang yang mana akan terjadi konflik bila pemahamannya dibatasi (dalam docstoc).
Spiritual memiliki beberapa aspek:
a. Hubungan yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam hiduo
b. Menemukan arti dan tujuan hidup
c. Mempunyai perasaan hubungan kedekatan dengan diri sendiri dan Tuhan atau Allah (dalam docstoc)
Kesehatan spiritual atau kesejahteraan adalah rasa keharmonisan saling kedekatan antara diri dengan orang lain, alam dan dengan kehidupan yang tertinggi (dalam docstoc). Kesehatan jiwa (spiritual) menurut ilmu kedokteran saat ini adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras orang lain (dalam docstoc).
Kesimpulan:
Kesehatan menurut WHO adalah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut UU No.23 kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan menurut UU Pokok kesehatan adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental) dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Jadi kesehatan adalah keadaan yang bebas dan sejahtera yang meliputi beberapa aspek yaitu aspek fisik, emosi, sosial dan spiritualdan bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.
FREUD MENGENAI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Freud umumnya dipandang sebagai ahli yang pertama-tama mengutamakan aspek perkembangan (genetis) daripada kepribadian dan terutama menekankan peranan yang menentukan daripada tahun-tahun permulaan masa kanak-kanak dalam meletakkan dasar-dasar struktur kepribadian. Freud berpendapat, bahwa kepribadian pada dasarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar itu. Kesimpulan yang demikian itu diambilnya atas dasar pengalaman-pengalamannya dalam melakukan psikoanalisis. Penyelidikan dalam hal ini selalu menjurus kearah masa kanak-kanak, yaitu masa yang mempunyai peranan yang menentukan dalam hal timbulnya neurosis pada tahun-tahun yang lebih kemudian. Freud beranggapan bahwa kanak-kanak adalah ayahnya manusia (The Child is the Father of Man). Dalam menyelidiki masa kanak-kanak ini Freud tidak langsung menyelidiki anak-anak, akan tetapi membuat rekonstruksi atas dasar ingatan orang dewasa mengenai masa kanak-kanaknya.
Kepribadian itu berkembang dalam hubungan dengan empat macam sumber tegangan pokok, yaitu:
1. Proses pertumbuhan fisiologis
2. Frustasi
3. Konflik
4. Ancaman
Sebagai akibat dari meningkatnya tegangan karena keempat sumber itu, maka orang terpaksa harus belajar cara-cara yang baru untuk mereduksikan tegangan. Belajar mempergunakan cara-cara baru dalam mereduksikan tegangan inilah yang disebut perkembangan kepribadian.
Identifikasi dan pemindahan obyek adalah cara-cara atau metode-metode yang dipergunakan individu untuk mengatasi frustasi-frustasi, konflik-konflik serta kecemasan-kecemasannya.
a. Identifikasi
Identifikasi dapat didefinisikan sebagai metode yang dipergunakan orang dalam menghadapi orang lain dan membuatnya menjadi bagian daripada kepribadiannya. Dia belajar mereduksikan tegangannya dengan cara bertingkah laku seperti tingkah laku orang lain. Untuk hal yang demikian itu Freud mempergunakan istilah identifikasi dan bukan imitasi, sebab menurut dia istilah imitasi mengandung arti peniruan yang dangkal, sedangkan dalam identifikasi apa yang ditiru itu lalu menjadi bagian daripada kepribadiannya. Pada umunya identifikasi ini berlangsung tidak disadari, jarang dilakukan dengan maksud sadar. Perlu dikemukakan, bahwa orang tidak perlu mengidentifikasikan diri dengan semua hal yang ada pada orang lain tempat ia mengidentifikasikan diri itu, akan tetapi dia memilih hal-hal yang dalam anggapannya akan dapat menolongnya untuk mencapai sesuatu maksud. Dalam proses identifikasi ini banyak terjadi jatuh bangun, trial and error, karena biasanya orang tidak pasti benar, apakah yang ada pada orang lain itu dapat membawa sukses baginya. Jadi apa yang akan diambil atau ditiru itu ditest dulu apakah hal tersebut dapat membantu mengurang tegangan. Obyek identifikasi itu tidak hanya terbatas pada manusia saja, tetapi dapat bermacam-macam sekali, kecuali dalam bentuk yang sudah dibicarakan itu identifikasi dapat merupakan cara yang dipergunakan orang untuk mencapai kembali hal yang telah hilang.
b. Pemindahan Obyek
Apabila obyek pilihan sesuatu intink yang asli tidak dapat dicapai karena rintangan (anti-cathexis) baik rintangan dari dalam maupun dari luar, maka terbentuklah cathexis yang baru , kecuali kalau terjadi penekanan yang cukup kuat. Apabila cathexis yang baru ini juga tak dapat dipenuhiakan terjadi cathexis yang lain pula. Demikian seterusnya sampai ada objek yang dapat dipakai untuk mereduksi tegangan, objek ini akan dipakai terus samapai saat habis kemampuannya untuk mereduksikan tegangan. Selama proses pemindahan itu sumber dan tujuan instink tetap hanya objeknya yang berubah-ubah. Dan jarang sekali objek pengganti itu dapat memberi pemuasan sebesar objek aslinya, makin jauh pemindahan objek itu dari objek asli, maka semakin sedikit tegangan yang dapat direduksikan. Sebagai akibat dari bermacam-macam pemindahan objek itu maka terjadilah penumpukan tegangan yang kemudian bertindak sebagai alasan yang tetap (kekuatan pendorong yang tetap) bagi tingkah laku. Dalam hal itu pribadi makin lama makin stabil, karena telah memiliki bentuk-bentuk “kompromi” antara dorongan-dorongan dari inthink dan anti cathexis-nya. Freud menunjukkan, bahwa pengekangan terhadap pemilihan-pemilihan objek yang primitif serta penggunaan energi instinktif untuk hal-hal yang dapat diterima oleh masyarakat serta besifat kreatif itulah yang memungkinkan perkembangan kebudayaaan.
Arah pemindahan objek ini ditentukan oleh dua factor yaitu:
1. Kemiripan objek pengganti terhadap objek aslinya
2. Sanksi-sanksi dan larangan-larangan masyarakat
Kemampuannya untuk membentuk object-cathexis pengganti ini adalah mekanisme yang paling kuat dalam perkembangan kepribadian. Semua perhatian/minat, kegemaran, nilai-nilai, sikap yang menjadi cirri kepribadian orang dewasa dimungkinkan oleh peemindahan objek ini.
c. Mekanisme Pertahanan das Ich
Karena tekanan kecemasan ataupun ketakutan yang berlebihan, maka das Ich kadang-kadang terpaksa mengambil cara yang ekstrem untuk menghilangkan atau mereduksikan tegangan. Cara-cara yang demikian itu disebut mekanisme pertahanan. Bentuk-bentuk pokok mekanisme pertahanan itu adalah:
a. penekanan atau represi
b. proyeksi
c. pembentukan reaksi
d. fiksasi
e. regresi
Semua mekanisme pertahanan itu mempunyai kesamaan sifat-sifat yitu:
1. Kesemuanya itu menolak, memalsukan atau mengganggu kenyataan
2. Kesemuanya itu bekerja dengan tidak disadari, sehingga orang yang bersangkutan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
d. Fase-fase Perkembangan
Freud berpendapat bahwa anak sampai kira-kira umurlima tahun melewati fase-fase yang terdiferensiasikan secara dinamis, kemudian samapai umur dua belas atau tiga belas tahun mengalami fase latent, yaitu dinamika menjadi lebih stabil. Dengan datangnya masa remaja maka dinamika itu meletus lagi dan selanjutnya makin tenang kalau orang makin dewasa. Bagi Freud, masa sampai umur dua puluh tahun adalah masa yang menetukan bagi pembentukan kepribadian. Tiap fase, ditentukan atas dasar cara-cara reaksi bagian tubuh tertentu. Adapun fase-fase tersebut adalah:
a. Fase oral : 0 sampai kira-kira 1, pada fase ini mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamis
b. Fase anal : kira kira 1sampai kira-kira 3, pada fase ini cathexis dan anti cathexis berpusat pada fungsi eliminatif (pembuangan kotoran)
c. Fase falis: kira-kira 3 sampai 5, pada fase ini alat-alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting
d. Fase latent : 5 sampai kira-kira 12 atau 13, pada fase ini impuls-impuls cenderung untuk ada dalam keadaan tertekan
e. Fase pubertas: kira-kira 12 atau 13 sampai 20, pada masai ini impuls-impuls menonjol kembali
f. Fase genital
ALLPORT MENGENAI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Melihat teori otonomi fungsional bahwa individu itu dari lahir mengalami perubahan-perubahan yang penting.
a. Kanak-kanak
Neonatus
Allport memandang neonatus itu semata-mata sebagai makhluk yang dilengkapi dengan keturunan-keturunan, dorongan-dorongan/nafsu dan refleks. Jadi belum memiliki bermacam-macam sifat yang kemudian dimilikinya. Dengan kata lain belum memiliki kepribadian. Pada waktu lahir anak telah mempunyai potensi-potensi baik fisik maupun tempramen yang aktualisasinya tergantung pada perkembangan dan kematangan. Kecuali neonatus telah memiliki refleks-refleks tertentu (mengisap,menelan) serta melakukan gerakan-gerakan yang masih belum terdiferensiasikan, dimana hampir semua gerakan otot-otot ikut digerakkan.
Allport berpendapat bahwa perlengkapan anak untuk beraksi bahwa ada semacam aktivitas umum yang menjadi sumber dari tingkah laku yang bercorongan (bermotif). Dalam masa ini anak merupakan makhluk yang punya tegangan-tegangan dan perasaan enak tak enak. Jadi pada masa ini keterangan yang biologistis yang bersandar pada pentingnya hadiah atau hokum efek atau prinsip kesenangan sangat cocok.Jadi dengan didorong dengan kebutuhan akan mengurangi ketidakenakan sampai minimal dan mencari keenakan sampai anak itu berkembang secara maksimal. Pertumbuhan seperti itu bagi Allport merupakan proses diferensiasi dan integrasi yang berlangsung terus menerus. Anak kecil akan menunjukkan perbedaan-perbedaan kualitas, misalnya perbedaan ekspresi-ekspresi emosional yang cenderung untuk tetap dan terbentuk menjadi cara penyesuaian diri pada masa-masa selanjutnya. Jadi beberapa tingkah laku anak merupakan perintis bagi pola-pola kepribadian selanjutnya. Allport menyimpulkan bahwa setidaknya pada bagian kedua tahun pertama anak telah menunjukkan dengan pasti sifat-sifat yang khas.
b. Transformasi Kanak-kanak
Perkembangan itu melewati garis-garis yang berganda. Bermacam-macam mekanisme atau prinsip dipakai untuk membuat deskripsi mengenai perubahan-perubahan sejak kanak-kanak sampai dewasa.
1. Diferensiasi
2. Integrasi
3. Pemasakan (Maturation)
4. “Belajar”
5. Kesadaran diri (Self-Consciousness)
6. Sugesti
7. Self-esteem
8. Inferiority dan kompensasi
9. Mekanisme-mekanisme psikoanalitis
10. Otonomi fungsional
11. Reorientasi mendadak trauma
12. Extension of self
13. Self-obyektification, instink dan humor
14. Pandangan hidup pribadi (personal weltanschauung)
Dia mempersoalkan diferensiasi, intergrasi pematangan (maturation), imitasi, belajar otonomi fungsional dan ekstensi self. Bahkan dia menerima keterangan secara psikoanalitis, walaupun dia mengatakan bahwa hal-hal tersebut tidak punya kedudukan teoritis yang pokok bagi kepribadian yang normal. Jadi menurut Allport manusia itu adalah organisme yang pada waktu lahirnya adalah mahkluk biologis lalu berubah atau berkembang menjadi individu yang egonya selalu berkembang, struktur sifat-sifatnya meluas dan merupakan inti dari pada tuujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi masa depan. Di dalam perkembaangan ini tentu saja peranan yang menetukan ada pada otonomi fungsional. Prinsip ini menjelaskan bahwa apa yang mula-mula alat untuk tujuan biologis dapat menjadi motif yang otonom yang mendorong dan memberi arah tingkah laku.
Jika ditinjau secara luas teori Allport ini seakan-akan dua teori kepribadian. Yang pertama adalah biologistis yang cocok dengan anak yang baru lahir dan yang kedua (dengan perkembangan kesadaran) makin kurang memadai dan pada masa ini harus diadakan reorientasi kalau-kalau kita menghendaki representasi individu yang makin memadai.
c. Orang Dewasa
Pada orang dewasa faktor-faktor yang menetukan tingkah laku adalah sifat-sifat (traits) yang terorganisasikan dan selaras. Sifat-sifat ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan-perlengkapan yang dimiliki neonatus. Biasanya individu yang normal mengerti atau menyadari apa yang dikerjakannya dan mengapa itu dikerjakannya. Untuk memahami manusia dewasa tidak dapat dilakukan tanpa mengerti tujuan-tujuan serta aspirasi-aspirasinya. Motif-motifnya terutama tidak berakar dimasa lampau (echo dari masa lampau) tetapi terutama bersandar pada masa depan. Dapat kita pahami bahwa orang dewasa adalah ideal. Tetapi kenyataannya tidak selalu demikian, banyak orang yang tak mempunyai kematangan atau kedewasaan penuh.
Menurut Allport pribadi yang telah dewasa itu pada pokonya harus memiliki hal-hal yang tersebut dibawah ini:
1. Extension of self
2. Self Objectification
a. Insight
b. Humor
3. Filsafat hidup (weltanschauung, philosophy of life)
ERIKSON MENGENAI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
Teori perkembangan Erik H. Erikson sangat dipengaruhi oleh psikoanalisa Freud. Beliau tidak mendasarkan teori perkembangannya pada libido, melainkan pada pengaruh sosial budaya di lingkungan individu. Selain itu, Erikson masih memakai konsep-konsep naluri Freud yang dibentangkannya pada dua titik ekstrim (positif-negatif) sebagai suatu konflik yang diungkap dengan kata “venus” yang bukan berarti “lawan”. Konflik ini menimbulkan suatu krisis. Terselesaikannya krisis itu, akan mempengaruhi perkembangan individu. Bagi Erikson, krisis bukan merupakan malapetaka, tetapi suatu titik tolak perkembangan psikososial Erikson dibagi menjadi delapan tahap.
a. Basic Trust vs Basic Mistrust (0-1 tahun)
Kebutuhan akan rasa aman dan ketidaj berdayaan menyebabkan konflik yang dialami oleh anak dalam tahap ini adalah basic trust vs basic mistrust. Bila rasa aman dipenuhi, maka anak akan mengembangkan dasar-dasar kepercayaan pada lingkungan. Sebaliknya, bila anak selalu terganggu, tidak pernah merasakan kasih sayang dan rasa aman, anak akan mengembangkan perasaan tidak percaya lingkungan. Ibu memainkan peranan penting.
b. Autonomy vs Shame & Doubt (2-3 tahun)
Organ-organ tubuh masa usia ini sudah lebih masak dan terkoordinasi. Anak dapat melakukan aktivitas secara lebih meluas dan bervariasi oleh karena itu konflik yang dihadapi anak dalam tahap ini adalah perasaan mandiri vs perasaan malu dan ragu-ragu. Pengakuan, pujian, perhatian serta dorongan akan menimbulkan perasaan percaya diri, memperkuat egonya. Bila sebaliknya yang terjadi, maka akan berkembang perasaan ragu-ragu. Kedua orang tua merupakan objek sosial terdekat bagi anak.
c. Initiative vs Guilt (3-6 tahun)
Bila pada tahap sebelumnya anak mengembangkan perasaan percaya diri dan mandiri, maka ia akan berani mengambil inisiatif, yaitu perasaan bebas untuk melakukan segala sesuatu atas kehendak sendiri. Tetapi bila pada tahap sebelumnya ia mengembangkan perasaan ragu-ragu, maka ia akan selalu merasa bersalah. Ia tidak berani melakukan segala sesuatu atas kehendak sendiri.
d. Industry vs Inferiority (6-11 tahun)
Anak sudah mulai mampu melakukan pemikiran logis dan anak sudah bersekolah. Oleh karena itu, tuntutan dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar sudah semakin luas. Konflik yang dihadapi dalam tahap ini adalah perasaan sebagai seseorang yang mampu vs perasaan rendah diri. Bila kemampuan untuk menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungan dihargai (misalnya sekolah), maka akan berkembang rasa bergairah untuk terus lebih produktif. Sedangkan bila sebaliknya yang terjadi ia akan merasakan kekaburan peran.
e. Indentity vs Role Confusion (mulai 12 tahun)
Anak diharapkan pada harapan-harapan kelompok dan dorongan yang makin kuat untuk lebih mengenal dirinya. Ia harus mulai memutuskan bagaimana masa depannya. Konflik yang dihadapi adalah perasaan menemukan dirinya sendiri vs kekaburan peran. Bila ia berhasil melakukan tahap-tahap sebelumnya, maka ia akan menemukan dirinya. Bila sebaliknya yang terjadi ia akan merasakan kekaburan peran.
f. Intimacy vs Isolation
Individu sudah mulai mencari-cari pasangan hidup. Oleh karena itu, konflik yang dihadapi adalah kesiapan untu berhubungan secara akrab dengan orang lain vs perasaan takut. Seseorang yang berhasil membagi kasih sayang dan perhatian dengan orang lain akan mendapapatkan perasaan kemesraan dan keintiman. Sedang yang tidak dapat membagi kasih akan merasa terasing atau terkecil.
g. Generativity vs Self-absorbtian
Krisis yang dihadapi individu pada masa ini adalah adanya tuntutan untuk membantu orang lain di luar keluarganya, pengabdian masyarakat dan manusia pada umumnya. Pengalaman di masa lalu dapat menyebabkan individu mampu berbuat banyak bagi kemanusiaan, khusunya bagi generasi yang akan datang. Tetapi bila dalam tahap-tahap yang silam ia memperoleh banyak pengalaman negatif, maka ia akan mungkin terkurung dalam kebutuhan dan persoalan sendiri.
h. Ego integrity vs Despair
Memasuki masa ini, individu akan menengok masa lalu. Kepuasan akan prestasi dan tindakan-tindakannya dimasa lalu akan menimbulkan perasaan puas. Bila ia merasa semuanya belum siap atau gagal, akan timbul kekecewaan yang mendalam.
Menurut WHO (1947) kesehatan merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut UU No.23,1992 kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental) dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.
Pengertian kesehatan pada saat ini memang lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.
1. Kesehatan berdasarkan dimensi emosional
Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 (tiga) komponen yaitu:
• Pikiran yang sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, khawatir, sedih dan lain-lain.
• Spiritual yang sehat tercermin dari diri seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian kepercayaan dan sebagainya. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari keagamaan seseorang, dimana ia menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi larangannya dan menjalankan ibadahnya.
2. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial,ekonomi, politik dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
3. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
4. Kesehatan intelektual adalah suatu keadaan dimana seseorang mampu mengendalikan kecerdasannya untuk berfikir secara baik ataupun buruk. Kesehatan intelektual sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran, ataupun memecahkan problem yang di hadapi.
5. Kesehatan Spiritual
Spiritual adalah suatu yang dipengaruhi oleh budaya, perkembangan, pengalaman hidup, kepercayaan dan nilai kehidupan. Spiritual mampu menghadirkan cinta, kepercayaan dan harapan, melihat arti dari kehidupan danmemelihara hubungan dengan sesama (dalam docstoc). Spiritual adalah suatu kepercayaan dalam hubungan antar manusia dengan beberapa kekuatan diatasnya, kreatif, kemuliaan atau sumber energy serta spiritual juga merupakan pencarian arti dalam kehidupan dan pengembangan dari nilai-nilai dan system kepercayaan seseorang yang mana akan terjadi konflik bila pemahamannya dibatasi (dalam docstoc).
Spiritual memiliki beberapa aspek:
a. Hubungan yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam hiduo
b. Menemukan arti dan tujuan hidup
c. Mempunyai perasaan hubungan kedekatan dengan diri sendiri dan Tuhan atau Allah (dalam docstoc)
Kesehatan spiritual atau kesejahteraan adalah rasa keharmonisan saling kedekatan antara diri dengan orang lain, alam dan dengan kehidupan yang tertinggi (dalam docstoc). Kesehatan jiwa (spiritual) menurut ilmu kedokteran saat ini adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras orang lain (dalam docstoc).
Kesimpulan:
Kesehatan menurut WHO adalah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut UU No.23 kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan menurut UU Pokok kesehatan adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental) dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Jadi kesehatan adalah keadaan yang bebas dan sejahtera yang meliputi beberapa aspek yaitu aspek fisik, emosi, sosial dan spiritualdan bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.
FREUD MENGENAI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Freud umumnya dipandang sebagai ahli yang pertama-tama mengutamakan aspek perkembangan (genetis) daripada kepribadian dan terutama menekankan peranan yang menentukan daripada tahun-tahun permulaan masa kanak-kanak dalam meletakkan dasar-dasar struktur kepribadian. Freud berpendapat, bahwa kepribadian pada dasarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar itu. Kesimpulan yang demikian itu diambilnya atas dasar pengalaman-pengalamannya dalam melakukan psikoanalisis. Penyelidikan dalam hal ini selalu menjurus kearah masa kanak-kanak, yaitu masa yang mempunyai peranan yang menentukan dalam hal timbulnya neurosis pada tahun-tahun yang lebih kemudian. Freud beranggapan bahwa kanak-kanak adalah ayahnya manusia (The Child is the Father of Man). Dalam menyelidiki masa kanak-kanak ini Freud tidak langsung menyelidiki anak-anak, akan tetapi membuat rekonstruksi atas dasar ingatan orang dewasa mengenai masa kanak-kanaknya.
Kepribadian itu berkembang dalam hubungan dengan empat macam sumber tegangan pokok, yaitu:
1. Proses pertumbuhan fisiologis
2. Frustasi
3. Konflik
4. Ancaman
Sebagai akibat dari meningkatnya tegangan karena keempat sumber itu, maka orang terpaksa harus belajar cara-cara yang baru untuk mereduksikan tegangan. Belajar mempergunakan cara-cara baru dalam mereduksikan tegangan inilah yang disebut perkembangan kepribadian.
Identifikasi dan pemindahan obyek adalah cara-cara atau metode-metode yang dipergunakan individu untuk mengatasi frustasi-frustasi, konflik-konflik serta kecemasan-kecemasannya.
a. Identifikasi
Identifikasi dapat didefinisikan sebagai metode yang dipergunakan orang dalam menghadapi orang lain dan membuatnya menjadi bagian daripada kepribadiannya. Dia belajar mereduksikan tegangannya dengan cara bertingkah laku seperti tingkah laku orang lain. Untuk hal yang demikian itu Freud mempergunakan istilah identifikasi dan bukan imitasi, sebab menurut dia istilah imitasi mengandung arti peniruan yang dangkal, sedangkan dalam identifikasi apa yang ditiru itu lalu menjadi bagian daripada kepribadiannya. Pada umunya identifikasi ini berlangsung tidak disadari, jarang dilakukan dengan maksud sadar. Perlu dikemukakan, bahwa orang tidak perlu mengidentifikasikan diri dengan semua hal yang ada pada orang lain tempat ia mengidentifikasikan diri itu, akan tetapi dia memilih hal-hal yang dalam anggapannya akan dapat menolongnya untuk mencapai sesuatu maksud. Dalam proses identifikasi ini banyak terjadi jatuh bangun, trial and error, karena biasanya orang tidak pasti benar, apakah yang ada pada orang lain itu dapat membawa sukses baginya. Jadi apa yang akan diambil atau ditiru itu ditest dulu apakah hal tersebut dapat membantu mengurang tegangan. Obyek identifikasi itu tidak hanya terbatas pada manusia saja, tetapi dapat bermacam-macam sekali, kecuali dalam bentuk yang sudah dibicarakan itu identifikasi dapat merupakan cara yang dipergunakan orang untuk mencapai kembali hal yang telah hilang.
b. Pemindahan Obyek
Apabila obyek pilihan sesuatu intink yang asli tidak dapat dicapai karena rintangan (anti-cathexis) baik rintangan dari dalam maupun dari luar, maka terbentuklah cathexis yang baru , kecuali kalau terjadi penekanan yang cukup kuat. Apabila cathexis yang baru ini juga tak dapat dipenuhiakan terjadi cathexis yang lain pula. Demikian seterusnya sampai ada objek yang dapat dipakai untuk mereduksi tegangan, objek ini akan dipakai terus samapai saat habis kemampuannya untuk mereduksikan tegangan. Selama proses pemindahan itu sumber dan tujuan instink tetap hanya objeknya yang berubah-ubah. Dan jarang sekali objek pengganti itu dapat memberi pemuasan sebesar objek aslinya, makin jauh pemindahan objek itu dari objek asli, maka semakin sedikit tegangan yang dapat direduksikan. Sebagai akibat dari bermacam-macam pemindahan objek itu maka terjadilah penumpukan tegangan yang kemudian bertindak sebagai alasan yang tetap (kekuatan pendorong yang tetap) bagi tingkah laku. Dalam hal itu pribadi makin lama makin stabil, karena telah memiliki bentuk-bentuk “kompromi” antara dorongan-dorongan dari inthink dan anti cathexis-nya. Freud menunjukkan, bahwa pengekangan terhadap pemilihan-pemilihan objek yang primitif serta penggunaan energi instinktif untuk hal-hal yang dapat diterima oleh masyarakat serta besifat kreatif itulah yang memungkinkan perkembangan kebudayaaan.
Arah pemindahan objek ini ditentukan oleh dua factor yaitu:
1. Kemiripan objek pengganti terhadap objek aslinya
2. Sanksi-sanksi dan larangan-larangan masyarakat
Kemampuannya untuk membentuk object-cathexis pengganti ini adalah mekanisme yang paling kuat dalam perkembangan kepribadian. Semua perhatian/minat, kegemaran, nilai-nilai, sikap yang menjadi cirri kepribadian orang dewasa dimungkinkan oleh peemindahan objek ini.
c. Mekanisme Pertahanan das Ich
Karena tekanan kecemasan ataupun ketakutan yang berlebihan, maka das Ich kadang-kadang terpaksa mengambil cara yang ekstrem untuk menghilangkan atau mereduksikan tegangan. Cara-cara yang demikian itu disebut mekanisme pertahanan. Bentuk-bentuk pokok mekanisme pertahanan itu adalah:
a. penekanan atau represi
b. proyeksi
c. pembentukan reaksi
d. fiksasi
e. regresi
Semua mekanisme pertahanan itu mempunyai kesamaan sifat-sifat yitu:
1. Kesemuanya itu menolak, memalsukan atau mengganggu kenyataan
2. Kesemuanya itu bekerja dengan tidak disadari, sehingga orang yang bersangkutan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
d. Fase-fase Perkembangan
Freud berpendapat bahwa anak sampai kira-kira umurlima tahun melewati fase-fase yang terdiferensiasikan secara dinamis, kemudian samapai umur dua belas atau tiga belas tahun mengalami fase latent, yaitu dinamika menjadi lebih stabil. Dengan datangnya masa remaja maka dinamika itu meletus lagi dan selanjutnya makin tenang kalau orang makin dewasa. Bagi Freud, masa sampai umur dua puluh tahun adalah masa yang menetukan bagi pembentukan kepribadian. Tiap fase, ditentukan atas dasar cara-cara reaksi bagian tubuh tertentu. Adapun fase-fase tersebut adalah:
a. Fase oral : 0 sampai kira-kira 1, pada fase ini mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamis
b. Fase anal : kira kira 1sampai kira-kira 3, pada fase ini cathexis dan anti cathexis berpusat pada fungsi eliminatif (pembuangan kotoran)
c. Fase falis: kira-kira 3 sampai 5, pada fase ini alat-alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting
d. Fase latent : 5 sampai kira-kira 12 atau 13, pada fase ini impuls-impuls cenderung untuk ada dalam keadaan tertekan
e. Fase pubertas: kira-kira 12 atau 13 sampai 20, pada masai ini impuls-impuls menonjol kembali
f. Fase genital
ALLPORT MENGENAI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Melihat teori otonomi fungsional bahwa individu itu dari lahir mengalami perubahan-perubahan yang penting.
a. Kanak-kanak
Neonatus
Allport memandang neonatus itu semata-mata sebagai makhluk yang dilengkapi dengan keturunan-keturunan, dorongan-dorongan/nafsu dan refleks. Jadi belum memiliki bermacam-macam sifat yang kemudian dimilikinya. Dengan kata lain belum memiliki kepribadian. Pada waktu lahir anak telah mempunyai potensi-potensi baik fisik maupun tempramen yang aktualisasinya tergantung pada perkembangan dan kematangan. Kecuali neonatus telah memiliki refleks-refleks tertentu (mengisap,menelan) serta melakukan gerakan-gerakan yang masih belum terdiferensiasikan, dimana hampir semua gerakan otot-otot ikut digerakkan.
Allport berpendapat bahwa perlengkapan anak untuk beraksi bahwa ada semacam aktivitas umum yang menjadi sumber dari tingkah laku yang bercorongan (bermotif). Dalam masa ini anak merupakan makhluk yang punya tegangan-tegangan dan perasaan enak tak enak. Jadi pada masa ini keterangan yang biologistis yang bersandar pada pentingnya hadiah atau hokum efek atau prinsip kesenangan sangat cocok.Jadi dengan didorong dengan kebutuhan akan mengurangi ketidakenakan sampai minimal dan mencari keenakan sampai anak itu berkembang secara maksimal. Pertumbuhan seperti itu bagi Allport merupakan proses diferensiasi dan integrasi yang berlangsung terus menerus. Anak kecil akan menunjukkan perbedaan-perbedaan kualitas, misalnya perbedaan ekspresi-ekspresi emosional yang cenderung untuk tetap dan terbentuk menjadi cara penyesuaian diri pada masa-masa selanjutnya. Jadi beberapa tingkah laku anak merupakan perintis bagi pola-pola kepribadian selanjutnya. Allport menyimpulkan bahwa setidaknya pada bagian kedua tahun pertama anak telah menunjukkan dengan pasti sifat-sifat yang khas.
b. Transformasi Kanak-kanak
Perkembangan itu melewati garis-garis yang berganda. Bermacam-macam mekanisme atau prinsip dipakai untuk membuat deskripsi mengenai perubahan-perubahan sejak kanak-kanak sampai dewasa.
1. Diferensiasi
2. Integrasi
3. Pemasakan (Maturation)
4. “Belajar”
5. Kesadaran diri (Self-Consciousness)
6. Sugesti
7. Self-esteem
8. Inferiority dan kompensasi
9. Mekanisme-mekanisme psikoanalitis
10. Otonomi fungsional
11. Reorientasi mendadak trauma
12. Extension of self
13. Self-obyektification, instink dan humor
14. Pandangan hidup pribadi (personal weltanschauung)
Dia mempersoalkan diferensiasi, intergrasi pematangan (maturation), imitasi, belajar otonomi fungsional dan ekstensi self. Bahkan dia menerima keterangan secara psikoanalitis, walaupun dia mengatakan bahwa hal-hal tersebut tidak punya kedudukan teoritis yang pokok bagi kepribadian yang normal. Jadi menurut Allport manusia itu adalah organisme yang pada waktu lahirnya adalah mahkluk biologis lalu berubah atau berkembang menjadi individu yang egonya selalu berkembang, struktur sifat-sifatnya meluas dan merupakan inti dari pada tuujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi masa depan. Di dalam perkembaangan ini tentu saja peranan yang menetukan ada pada otonomi fungsional. Prinsip ini menjelaskan bahwa apa yang mula-mula alat untuk tujuan biologis dapat menjadi motif yang otonom yang mendorong dan memberi arah tingkah laku.
Jika ditinjau secara luas teori Allport ini seakan-akan dua teori kepribadian. Yang pertama adalah biologistis yang cocok dengan anak yang baru lahir dan yang kedua (dengan perkembangan kesadaran) makin kurang memadai dan pada masa ini harus diadakan reorientasi kalau-kalau kita menghendaki representasi individu yang makin memadai.
c. Orang Dewasa
Pada orang dewasa faktor-faktor yang menetukan tingkah laku adalah sifat-sifat (traits) yang terorganisasikan dan selaras. Sifat-sifat ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan-perlengkapan yang dimiliki neonatus. Biasanya individu yang normal mengerti atau menyadari apa yang dikerjakannya dan mengapa itu dikerjakannya. Untuk memahami manusia dewasa tidak dapat dilakukan tanpa mengerti tujuan-tujuan serta aspirasi-aspirasinya. Motif-motifnya terutama tidak berakar dimasa lampau (echo dari masa lampau) tetapi terutama bersandar pada masa depan. Dapat kita pahami bahwa orang dewasa adalah ideal. Tetapi kenyataannya tidak selalu demikian, banyak orang yang tak mempunyai kematangan atau kedewasaan penuh.
Menurut Allport pribadi yang telah dewasa itu pada pokonya harus memiliki hal-hal yang tersebut dibawah ini:
1. Extension of self
2. Self Objectification
a. Insight
b. Humor
3. Filsafat hidup (weltanschauung, philosophy of life)
ERIKSON MENGENAI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
Teori perkembangan Erik H. Erikson sangat dipengaruhi oleh psikoanalisa Freud. Beliau tidak mendasarkan teori perkembangannya pada libido, melainkan pada pengaruh sosial budaya di lingkungan individu. Selain itu, Erikson masih memakai konsep-konsep naluri Freud yang dibentangkannya pada dua titik ekstrim (positif-negatif) sebagai suatu konflik yang diungkap dengan kata “venus” yang bukan berarti “lawan”. Konflik ini menimbulkan suatu krisis. Terselesaikannya krisis itu, akan mempengaruhi perkembangan individu. Bagi Erikson, krisis bukan merupakan malapetaka, tetapi suatu titik tolak perkembangan psikososial Erikson dibagi menjadi delapan tahap.
a. Basic Trust vs Basic Mistrust (0-1 tahun)
Kebutuhan akan rasa aman dan ketidaj berdayaan menyebabkan konflik yang dialami oleh anak dalam tahap ini adalah basic trust vs basic mistrust. Bila rasa aman dipenuhi, maka anak akan mengembangkan dasar-dasar kepercayaan pada lingkungan. Sebaliknya, bila anak selalu terganggu, tidak pernah merasakan kasih sayang dan rasa aman, anak akan mengembangkan perasaan tidak percaya lingkungan. Ibu memainkan peranan penting.
b. Autonomy vs Shame & Doubt (2-3 tahun)
Organ-organ tubuh masa usia ini sudah lebih masak dan terkoordinasi. Anak dapat melakukan aktivitas secara lebih meluas dan bervariasi oleh karena itu konflik yang dihadapi anak dalam tahap ini adalah perasaan mandiri vs perasaan malu dan ragu-ragu. Pengakuan, pujian, perhatian serta dorongan akan menimbulkan perasaan percaya diri, memperkuat egonya. Bila sebaliknya yang terjadi, maka akan berkembang perasaan ragu-ragu. Kedua orang tua merupakan objek sosial terdekat bagi anak.
c. Initiative vs Guilt (3-6 tahun)
Bila pada tahap sebelumnya anak mengembangkan perasaan percaya diri dan mandiri, maka ia akan berani mengambil inisiatif, yaitu perasaan bebas untuk melakukan segala sesuatu atas kehendak sendiri. Tetapi bila pada tahap sebelumnya ia mengembangkan perasaan ragu-ragu, maka ia akan selalu merasa bersalah. Ia tidak berani melakukan segala sesuatu atas kehendak sendiri.
d. Industry vs Inferiority (6-11 tahun)
Anak sudah mulai mampu melakukan pemikiran logis dan anak sudah bersekolah. Oleh karena itu, tuntutan dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar sudah semakin luas. Konflik yang dihadapi dalam tahap ini adalah perasaan sebagai seseorang yang mampu vs perasaan rendah diri. Bila kemampuan untuk menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungan dihargai (misalnya sekolah), maka akan berkembang rasa bergairah untuk terus lebih produktif. Sedangkan bila sebaliknya yang terjadi ia akan merasakan kekaburan peran.
e. Indentity vs Role Confusion (mulai 12 tahun)
Anak diharapkan pada harapan-harapan kelompok dan dorongan yang makin kuat untuk lebih mengenal dirinya. Ia harus mulai memutuskan bagaimana masa depannya. Konflik yang dihadapi adalah perasaan menemukan dirinya sendiri vs kekaburan peran. Bila ia berhasil melakukan tahap-tahap sebelumnya, maka ia akan menemukan dirinya. Bila sebaliknya yang terjadi ia akan merasakan kekaburan peran.
f. Intimacy vs Isolation
Individu sudah mulai mencari-cari pasangan hidup. Oleh karena itu, konflik yang dihadapi adalah kesiapan untu berhubungan secara akrab dengan orang lain vs perasaan takut. Seseorang yang berhasil membagi kasih sayang dan perhatian dengan orang lain akan mendapapatkan perasaan kemesraan dan keintiman. Sedang yang tidak dapat membagi kasih akan merasa terasing atau terkecil.
g. Generativity vs Self-absorbtian
Krisis yang dihadapi individu pada masa ini adalah adanya tuntutan untuk membantu orang lain di luar keluarganya, pengabdian masyarakat dan manusia pada umumnya. Pengalaman di masa lalu dapat menyebabkan individu mampu berbuat banyak bagi kemanusiaan, khusunya bagi generasi yang akan datang. Tetapi bila dalam tahap-tahap yang silam ia memperoleh banyak pengalaman negatif, maka ia akan mungkin terkurung dalam kebutuhan dan persoalan sendiri.
h. Ego integrity vs Despair
Memasuki masa ini, individu akan menengok masa lalu. Kepuasan akan prestasi dan tindakan-tindakannya dimasa lalu akan menimbulkan perasaan puas. Bila ia merasa semuanya belum siap atau gagal, akan timbul kekecewaan yang mendalam.
Jumat, 22 Maret 2013
MITOS
MITOS SEBENARNYA
Ada yang mengatakan bahwa memotong rambut secara teratur akan mempercepat pertumbuhan rambut. Tapi faktanya rambut tumbuh setengan inci setiap bulannya baik itu dipotong atau tidak. Karena rambut akan tumbuh sedikit`lebih cepat pada musin panas. Mencuci rambut dengan air dingin akan membuat rambut terlihat bersinar. Faktanya air dingin membuat anda terjaga tetapi air dingin tidak berampak pada kilau rambut. Stres bisa membuat rambut rontok. Tapi faktanya rambut berguguran sepanjang waktu sekitar 50 hingga 120 helai perhari. Tapi mungkin saja helaian rambut yang gugur akan lebih banyak ketika anda mengalami stress berat.
MITOS LEGENDA
Angka seperti 13 dan 4 dianggap sering membawa pengaruh buruk atau negative bagi kehidupan, walaupun kadarnya tergantung dari yang bersifat fanatic sampai yang biasa – biasa saja. Contohnya kebudayaan Cina juga menganggap bahwa angka 13 itu angka pembawa sial. “ Kalau angka 1 dan 3 (13) dijumlahkan hasilnya 4. Dalam bahasa Cina angka 4 diucapkan dengan intonasi yang berbeda bisa memberikan 2 makna yaitu empat dan mati”. Tapi ihwal buruk yang konon ditimbulkan oleh angka 4 atau deretan angka yang mengandung angka tersebut bisa jadi orang sering mencocokkan saja.
MITOS CERITA RAKYAT
Batu Bagantung
Cerita rakyat Kalimantan tentang Batu Bagantung, di daerah hulu sungai Kapuas sampai sekarang bisa dilihat ada batu yang mirip dengan anjing sedang bergantungan di tebing sedang menggigit ranting pohon yang keluar dari tebing. Dahulu kala di daerah itu ada seorang wanita yang punya anjing setia, suatu ketika ia jatuh cinta kepada seorang pemuda. Demi cintanya pada pemuda tersebut ia rela mengusir orangtuanya, tapi apalah dikata pemuda itupun meninggalkan wanita itu. Karena sakit hati dan kesal ia pun memutuskan untuk bunuh diri terjun ke sungai dari atas tebing. Anjingnya pun dengan setianya mengikuti sampai kebibir tebing. Ketika wanita itu melompat anjing itu berusaha menyelamatkan gadis itu dengan menggigit sarungnya. Tapi mungkin bobot wanita itu lebih berat sehingga anjing yang berusaha menolong juga ikut terjatuh ke sungai, tetapi tidak disangka si anjing masih sempat meraih ranting pohon di bibir tebir. Anjing dan wanita itu bergelayutan diranting dengan posisi si wanita dibawah tergantung sarungnya. Lama kelamaan karena tidak kuat sarung yang menahan beban si wanita terlepas dari gigitan si anjing dan matilah wanita itu. Tetapi anjing yang setia itu berjanji tidak akan meninggalkan tuannya sampai ia mati dan menjadi batu. Cerita itu secara turun temurun diwarisi oleh anak cucu yang ada disana. Menurut penelitian geologi itu hanya batu biasa semacam stalaktit pada goa-goa yang bentuknya sepintas memang mirip anjing sedang bergantungan.
Ada yang mengatakan bahwa memotong rambut secara teratur akan mempercepat pertumbuhan rambut. Tapi faktanya rambut tumbuh setengan inci setiap bulannya baik itu dipotong atau tidak. Karena rambut akan tumbuh sedikit`lebih cepat pada musin panas. Mencuci rambut dengan air dingin akan membuat rambut terlihat bersinar. Faktanya air dingin membuat anda terjaga tetapi air dingin tidak berampak pada kilau rambut. Stres bisa membuat rambut rontok. Tapi faktanya rambut berguguran sepanjang waktu sekitar 50 hingga 120 helai perhari. Tapi mungkin saja helaian rambut yang gugur akan lebih banyak ketika anda mengalami stress berat.
MITOS LEGENDA
Angka seperti 13 dan 4 dianggap sering membawa pengaruh buruk atau negative bagi kehidupan, walaupun kadarnya tergantung dari yang bersifat fanatic sampai yang biasa – biasa saja. Contohnya kebudayaan Cina juga menganggap bahwa angka 13 itu angka pembawa sial. “ Kalau angka 1 dan 3 (13) dijumlahkan hasilnya 4. Dalam bahasa Cina angka 4 diucapkan dengan intonasi yang berbeda bisa memberikan 2 makna yaitu empat dan mati”. Tapi ihwal buruk yang konon ditimbulkan oleh angka 4 atau deretan angka yang mengandung angka tersebut bisa jadi orang sering mencocokkan saja.
MITOS CERITA RAKYAT
Batu Bagantung
Cerita rakyat Kalimantan tentang Batu Bagantung, di daerah hulu sungai Kapuas sampai sekarang bisa dilihat ada batu yang mirip dengan anjing sedang bergantungan di tebing sedang menggigit ranting pohon yang keluar dari tebing. Dahulu kala di daerah itu ada seorang wanita yang punya anjing setia, suatu ketika ia jatuh cinta kepada seorang pemuda. Demi cintanya pada pemuda tersebut ia rela mengusir orangtuanya, tapi apalah dikata pemuda itupun meninggalkan wanita itu. Karena sakit hati dan kesal ia pun memutuskan untuk bunuh diri terjun ke sungai dari atas tebing. Anjingnya pun dengan setianya mengikuti sampai kebibir tebing. Ketika wanita itu melompat anjing itu berusaha menyelamatkan gadis itu dengan menggigit sarungnya. Tapi mungkin bobot wanita itu lebih berat sehingga anjing yang berusaha menolong juga ikut terjatuh ke sungai, tetapi tidak disangka si anjing masih sempat meraih ranting pohon di bibir tebir. Anjing dan wanita itu bergelayutan diranting dengan posisi si wanita dibawah tergantung sarungnya. Lama kelamaan karena tidak kuat sarung yang menahan beban si wanita terlepas dari gigitan si anjing dan matilah wanita itu. Tetapi anjing yang setia itu berjanji tidak akan meninggalkan tuannya sampai ia mati dan menjadi batu. Cerita itu secara turun temurun diwarisi oleh anak cucu yang ada disana. Menurut penelitian geologi itu hanya batu biasa semacam stalaktit pada goa-goa yang bentuknya sepintas memang mirip anjing sedang bergantungan.
Kamis, 27 Desember 2012
Sistem Pakar Psikologi
Definisi Depresi
Depresi bisa diartikan sebagai gangguan mood atau kondisi emosional seseorang secara berkepanjangan yang mempengaruhi seluruh proses mental ( kognisi, afektif dan konatif ). Pada umumnya, mood yang muncul ketika seseorang merasa depresi adalah perasaan tidak berdya yang diikuti dengan kehilangan harapan atau putus asa. Menurut Kartono depresi adalah kemuraman hati yang bersifat patalogis yang biasanya muncul oleh rasa inferior, sakit hati yang dalam, penyalahan diri sendiri dan berbagai trauma psikis. Jenis depresi seperti itu bersifat psikotik dan sering disebut melankoli. Perasaan sedih yang bersifat psikopatologis ini biasanya disertai dengan perasaan sedih yang dalam, kehilangan minat serta rasa gembira terhadap sesuatu, berkurangnya energy untuk melakukan berbagai aktifitas.
Jenis-jenis Depresi
1. Normal Grief Reaction disebut sebagai reaksi normal atas kehilangan. Jenis ini dapat disebut juga sebagai exogenous atau deprsi aktif. Depresi ini terjadi berasal dari faktor luar. Biasanya sebagai reaksi dari kehilangan sesuatu atau seseorang seperti misalnya pension, meninggalnya seseorang yang dikasihi atau dicintai.
2. Endegenous Depression adalah faktor penyebab yang berasal dari dalam namun belum jelas sumbernya. Gangguan hormonal, gangguan fisik pada organ tubuh seperti gangguan otak atau susunan syaraf. Munculnya gangguan ini sering kali secara perlahan dan bertahap.
3. Neurotic Depression atau depresi neurotik terjadi jika depresi reaktif tidak dapat terselesaikan dengan baik dan tuntas Depresi ini merupakan respon terhadap stress dan kecemasan yang telah berlangsung lama.
Faktor Penyebab Depresi
1. Faktor Biologis
Dalam ilmu biologi, terdapat norepinefrin dan serotonin yang merupakan hormon utama dalam patofisologi gangguan mood pada seseorang. Gangguan tersebut melibatkan patologi dan sistem limbik, ganggalia basalis dan hipotalamus pada otak. Itulah sebabnya seseorang yang mengalami depresi sering kali tersa sakit dikepala.
2. Faktor Genetik
Faktor genetic merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan gangguan mood. Oleh sebab itu, penyakit depresi juga berpengaruh terhadap anak atau saudara kembar seseorang.
3. Faktor Psikososial
Faktor ini merupakan faktor yang banyak diteliti oleh para psikolog karena pengaruhnya sangat tinggi terhadap perkembangan mental seseorang. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya depresi.
Berbagai peristiwa kehidupan dan stress akibat lingkungan bisa menjadi salah satu penyebab munculnya depresi pada diri seseorang. Peristiwa yang dimaksud disini bisa berupa kejadian menegangkan, mengerikan dan berbagai tekanan hidup lainnya.
Faktor kepribadian premorbid yang bisa menimbulkan berbagai macam depresi antara lain adalah tipe kepribadian oral dependen, obsesif kompulsif dan histerik. Meskipun pada dasarnya, tipe kepribadian yang lain pun bisa memicu tingkat depresi yang sama.
Faktor psikoanalitik atau psikodinamik yang menyatakan suatu hubungan antara kehilangan objek yang melankoli. Artinya, kemarahan seseorang terhadap diri mereka sendiri akibat ketidakmampuannya mengarahkan kemarahan tersebut sangat berpotensi besar untuk memunculkan depresi pada diri seseorang.
Adanya ketidakberdayaan seseorang dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan mental seseorang. Ketidakberdayaan yang dibiarkan akan memicu rasa putus asa pada tingkat yang lebih tinggi.
Faktor kognitif yang berpengaruh terhadap munculnya depresi adalah pandangan negatif terhadap masa depan, pandangan negatif terhadap diri sendiri serta pandangan negatif pada pengalaman hidup.
Dari ketiga faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga faktor diatas saling mempengaruhi satu sama lain dalam menyebabkan munculnya depresi pada diri seseorang. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami depresi sebaiknya mengetahui benar penyebabnya.
Gejala atau Ciri-ciri Depresi
Terus menerus merasa sedih, cemas atau suasana hati yang kosong
Perasaan diliputi dengan putus asa dan pesimis
Adanya perasaan bersalah, tidak berdaya, tidak berharga
Hilang minat dan kesenangan
Kehilangan energi
Sulit konsentrasi
Menarik diri
Berpikir tentang kematian dan bunuh diri
Perubahan kemampuan kognitif
Perubahan kemampuan bicara
Perubahan kemampuan vegetatif
Distorsi dalam perilaku makan
Gangguan tidur atau insomnia
Gangguan dalam aktivitas normal
Kadang-kadang kaki dan tangan terasa berat
Cara Mengobati Depresi
Ketahui Faktor Penyebab
Mengobati depresi harus benar-benar mengetahui faktor penyebabya. Sebab penyebab depresi sangat beragam dan membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda. Depresi bukanlah penyakit yang langsung bisa diobati secara tuntas setelah ditegakkannya sebuah diagnosis. Penyebab depresi dapat dilihat dari faktor fisik seperti hereditas, pengaruh hormonal, depresi pacsca melahirkan, penurunan berat yang drastis akibat sakit tertentu atau kecelakaan yang menyebabkan traumatik. Penyebab depresi juga bisa faktor psikis seperti konflik individual atau interpersonal, konflik eksistesial dan masalah kepribadian.
Cara mengobati depresi pada orang pasca melahirkan atau yang biasa dikenal sebagai postpartum depression (PDD) berbeda dengan menangani depresi yang disebabkan persoalan eksistensial ( noogenik neurosis ). Bahkan depresi yang merupakan perpanjangan dari noogenik neurosis nyaris tidak memerlukan terapi antidepressant. Ia hanya memerlukan berbincang dengan seorang eksistensialis untuk mendiskusikan segala penyebab kehampaan dan kehilangan makna hidupnya.
Hal yang paling penting untuk memahami adalah bahwa mengobati depresi bukanlah sesuatu yang mudah sebab orang yang mengalami depresi tidak tahu jika dirinya memerlukan pertolongan seorang ahli untu membantu memecahkan permasalahannya. Yang paling parah, mereka bahkan merasa malu dan enggan menceritakan semua beban pikirannya kepada orang lain. Beban yang bertumpuk dan kehidupan yang semakin menarik diri dari dunia luar akan semakin menenggelamkannya pada depresi berat yang bisa mengancam kesehatan psikis maupun fisik. Orang-orang yang mengalami depresi umunya malu akan jatuh status sosialnya terlebih jika mereka dianggap gila.
Untuk itu, diharapkan agar orang-orang disekeliling mereka mampu mengenali dan membantu memecahkan permasalahan yang mereka hadapi agar tidak berlarut-larut danmembawa permasalahn yang lebih rumit.
Penanganan Depresi
Depresi bukanlah penyakit yang tidak bisa disembukan, tetapi bisa diatasi dengan berbagai cara berikut:
• Terapi antidepressants oleh seorang psikiater
• Terapi perilaku oleh psikolog
• Meminum obat-obatan tradisional secara rutin, seperti rebusan kulit pisang beberapa kali dalam seminggu. Kulit pisang mengandung zat serotonin yang bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik.
• Melakukan hipnoterapi dan relaksasi.
Rabu, 31 Oktober 2012
CBIS (Computer Based Information System)
Pengertian CBIS
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
Contoh Sistem Informasi Berbasis Komputer misalnya:
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar
1.Data Base
Data Base merupakan kumpulan data yang saling berhubungan.Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
Adapun Struktur Database adalah:
• Database
• File/Table
• Record
Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
2. Data dalam jumlah besar.
3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
Contoh Data Base :
2. Sistem Pengolahan Data
Pengolahan data adalah suatu system yang akan mengolah berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi kluaran berupa barang jadi. Pengolahan data menurut George R. Terry, Phd adalah serangkaian operasi informasi yang direncanakan guna mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan. (Martin M. Lipschutz, 1990) Sedang menurut Gordon B. Davis data adalah sebagai bahan mentah dari informasi yang dirumuskan sebagai kelompok lambang-lambang tidak acak yang menunjukan jumlah atau tindakan-tindakan atau hal (Gordon B. Davis, 1997).
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal yaitu:
1. Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah using tidak mempunyai nilai lagi
3. Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya
3. Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Parapemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.
Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.
Manajemen Pada Aspek Informasi
Informasi, data, fakta, atau opini dalam suatu organisasi dapat berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya dan dapat pula berlangsung secara horisontal. Lalu lintas informasi tersebut dapat berlangsung sewaktu-waktu dengan frekuensi tinggi atau rendah. Intensitas informasi tersebut belum tentu cocok dengan kebutuhan suatu organisasi dan bidang tertentu, terlebih bila informasi-informasi yang ada menumpuk dan tercampur baur.
Maka untuk penertibannya dibutuhkan suatu perangkat khusus yang dapat menanganinya. Perangkat tersebut dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau Manajemen Informasi secara Sistem (MIS).Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejak tahun 1960an.
Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. Untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi.
Baskerville dan Myers berargumentasi bahwa SIM sudah saatnya menjadi sebuah disiplin ilmu secara mandiri.
Davis menawarkan konsensus, bahwa setidaknya terdapat lima aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri khusus bidang SIM :
1.Proses Manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan fungsi sistem informasi, dan seterusnya.
2.Proses Pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan sistem, dan seterusnya.
3.Konsep Pengembangan, seperti konsep sosio-teknikal, konsep kualitas, dan seterusnya
.4.Representasi, seperti sistem basis data, pengkodean program, dan seterusnya.
5.Sistem Aplikasi, seperti Knowledge Management, Executive System, dan seterusnya.
Secara ideal, lembaga pendidikan seharusnya memiliki SIM yang merupakan suatu unit atau badan tersendiri lengkap dengan susunan petugasnya. Sebab, adanya SIM bertujuan—sebagaimana dijelaskan Murdick—untuk meningkatkan manajemen yang didasarkan kepada berita-berita, intuisi, dan pemecahan masalah yang terisolasi kepada manajemen yang didasarkan pada informasi secara sistem, pemrosesan data secara sempurna dengan alat-alat yang canggih dan pemecahan masalah secara sistem.
SIM sebagai suatu badan memiliki bagian-bagian yang melaksanakan tugas-tugas tertentu. Bagian-bagian itu ialah:
(1) pengumpulan data,
(2) penyimpan data,
(3) pemroses data,
(4) pemrogram data.
Sistem Informasi Sebagai Pendukung Proses Manajerial
Teori-teori kepemimpinan diketahui bahwa manajemen suatu organisasi memainkan tiga ketegori peranan, yaitu peranan yang bersifat interpersonal, peranan informasional, dan peranan selaku pengambil keputusan. Peranan yang bersifat interpersonal dimaksudkan untuk menumbuhkan iklim solidaritas dan kebersamaan dalam organisasi. Peranan ini dapat terlihat dalam tiga bentuk, yaitu :
(1) Peranan yang bersifat simbolis, dimana ia akan berakibat pada kesediaan manajemen untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan seremonial.
(2) Peranan selaku pimpinan, dimana kemampuan memimpin yang efektif akan turut menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi.
(3) Peranan sebagai penghubung, yakni manajemen menerima informasi dari pihak luar dan sebaliknya memberikan informasi kepada pihak luar tentang organisasi yang dipimpinnya.Peranan yang kedua adalah peranan informasional.
Yakni, dalam kedudukannya sebagai pimpinan dalam organisasi, manajemen menjadi pemantau arus informasi, selain sebagai penerima dan pembagi informasi. Peranan yang terakhir adalah selaku pengambil keputusan, baik yang sifatnya strategis, fungsional dan teknis operasional.
Seluruh peranan yang telah disebutkan tadi akan dapat dimainkan oleh manajemen dengan tingkat efektivitas yang tinggi apabila sebelum dan selama memainkan peranan tersebut tersedia semua jenis informasi yang diperlukan oleh manajemen suatu organisasi.
4. Sistem Penunjang Keputusan (DSS)
Sistem penunjang keputusan adalah Sistem Komputer yang interaktif yang membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.
Tujuan :
* Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi / tidak terstruktur.
* Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
* Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiensinya.
Karakteristik Sistem Penunjang Keputusan
* Adaptability
* Flexibility
* User Friendly
* Support Intellegence, Design, Choice
* Effectiveness
3 Tingkat teknologi Sistem Penunjang Keputusan
1. Specific DSS
Merupakan hardware/software yang memungkinkan seseorang/ sekelompok orang pengambil keputusan melakukan analitis terhadap suatu masalah tertentu.
2. DSS Generator
Suatu paket hardware/software yang mampu secara cepat dan mudah membuat specific DSS.
3. DSS Tools
Hardware /software yang membantu pembuatan specific DSS/generator DSS.
Manfaat Sistem Penunjang Keputusan
* Meningkatkan jumlah alternatif yang dipilih
* Pemahaman yang lebih baik tentang bisnis
* Respon yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan
* Kontrol yang lebih baik
Komponen Arsitektur Sistem Penunjang Keputusan
1. Komponen Data
* Sumber data
* Kontribusi Vendor
2. Komponen Dialog
* Knowledge Base
* Bahan Tindakan
* Bahasa Representasi
3. Komponen Model
* Model Optimasi
* Model Deskriptif
* Model Probabilistik
* Model Deterministik
Daftar Pustaka:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/pengertian-cbis/
http://leories-qita.blogspot.com/2012/05/pengertian-sistem-informasi-berbasis.html
http://putraaldy.blogspot.com/2012/02/pengertian-database.html
http://www.google.com/search?q=pengertian+data+base&hl=id&noj=1&prmd=imvns&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=i5OOUOeYA87RrQeSmYDwAQ&ved=0CFQQsAQ&biw=1016&bih=421
http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/2119539-pengertian-pengolahan-data/#ixzz2AlIUC08d
http://mustofaabihamid.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html
http://tugaskuliahsim.blogspot.com/2012/01/pengertian-sistem-penunjang-keputusan.html
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
Contoh Sistem Informasi Berbasis Komputer misalnya:
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar
1.Data Base
Data Base merupakan kumpulan data yang saling berhubungan.Hubungan antar data dapat ditunjukan dengan adanya field/kolom kunci dari tiap file/tabel yang ada. Dalam satu file atau table terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record (umumnya digambarkan sebagai baris data) terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan disimpan dalam satu record.
Adapun Struktur Database adalah:
• Database
• File/Table
• Record
Elemen data/FieldDari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
Prinsip utama Data Base adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri-ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
2. Data dalam jumlah besar.
3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
Contoh Data Base :
2. Sistem Pengolahan Data
Pengolahan data adalah suatu system yang akan mengolah berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi kluaran berupa barang jadi. Pengolahan data menurut George R. Terry, Phd adalah serangkaian operasi informasi yang direncanakan guna mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan. (Martin M. Lipschutz, 1990) Sedang menurut Gordon B. Davis data adalah sebagai bahan mentah dari informasi yang dirumuskan sebagai kelompok lambang-lambang tidak acak yang menunjukan jumlah atau tindakan-tindakan atau hal (Gordon B. Davis, 1997).
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal yaitu:
1. Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah using tidak mempunyai nilai lagi
3. Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya
3. Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Parapemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.
Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.
Manajemen Pada Aspek Informasi
Informasi, data, fakta, atau opini dalam suatu organisasi dapat berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya dan dapat pula berlangsung secara horisontal. Lalu lintas informasi tersebut dapat berlangsung sewaktu-waktu dengan frekuensi tinggi atau rendah. Intensitas informasi tersebut belum tentu cocok dengan kebutuhan suatu organisasi dan bidang tertentu, terlebih bila informasi-informasi yang ada menumpuk dan tercampur baur.
Maka untuk penertibannya dibutuhkan suatu perangkat khusus yang dapat menanganinya. Perangkat tersebut dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau Manajemen Informasi secara Sistem (MIS).Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejak tahun 1960an.
Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. Untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi.
Baskerville dan Myers berargumentasi bahwa SIM sudah saatnya menjadi sebuah disiplin ilmu secara mandiri.
Davis menawarkan konsensus, bahwa setidaknya terdapat lima aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri khusus bidang SIM :
1.Proses Manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan fungsi sistem informasi, dan seterusnya.
2.Proses Pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan sistem, dan seterusnya.
3.Konsep Pengembangan, seperti konsep sosio-teknikal, konsep kualitas, dan seterusnya
.4.Representasi, seperti sistem basis data, pengkodean program, dan seterusnya.
5.Sistem Aplikasi, seperti Knowledge Management, Executive System, dan seterusnya.
Secara ideal, lembaga pendidikan seharusnya memiliki SIM yang merupakan suatu unit atau badan tersendiri lengkap dengan susunan petugasnya. Sebab, adanya SIM bertujuan—sebagaimana dijelaskan Murdick—untuk meningkatkan manajemen yang didasarkan kepada berita-berita, intuisi, dan pemecahan masalah yang terisolasi kepada manajemen yang didasarkan pada informasi secara sistem, pemrosesan data secara sempurna dengan alat-alat yang canggih dan pemecahan masalah secara sistem.
SIM sebagai suatu badan memiliki bagian-bagian yang melaksanakan tugas-tugas tertentu. Bagian-bagian itu ialah:
(1) pengumpulan data,
(2) penyimpan data,
(3) pemroses data,
(4) pemrogram data.
Sistem Informasi Sebagai Pendukung Proses Manajerial
Teori-teori kepemimpinan diketahui bahwa manajemen suatu organisasi memainkan tiga ketegori peranan, yaitu peranan yang bersifat interpersonal, peranan informasional, dan peranan selaku pengambil keputusan. Peranan yang bersifat interpersonal dimaksudkan untuk menumbuhkan iklim solidaritas dan kebersamaan dalam organisasi. Peranan ini dapat terlihat dalam tiga bentuk, yaitu :
(1) Peranan yang bersifat simbolis, dimana ia akan berakibat pada kesediaan manajemen untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan seremonial.
(2) Peranan selaku pimpinan, dimana kemampuan memimpin yang efektif akan turut menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi.
(3) Peranan sebagai penghubung, yakni manajemen menerima informasi dari pihak luar dan sebaliknya memberikan informasi kepada pihak luar tentang organisasi yang dipimpinnya.Peranan yang kedua adalah peranan informasional.
Yakni, dalam kedudukannya sebagai pimpinan dalam organisasi, manajemen menjadi pemantau arus informasi, selain sebagai penerima dan pembagi informasi. Peranan yang terakhir adalah selaku pengambil keputusan, baik yang sifatnya strategis, fungsional dan teknis operasional.
Seluruh peranan yang telah disebutkan tadi akan dapat dimainkan oleh manajemen dengan tingkat efektivitas yang tinggi apabila sebelum dan selama memainkan peranan tersebut tersedia semua jenis informasi yang diperlukan oleh manajemen suatu organisasi.
4. Sistem Penunjang Keputusan (DSS)
Sistem penunjang keputusan adalah Sistem Komputer yang interaktif yang membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.
Tujuan :
* Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi / tidak terstruktur.
* Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
* Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiensinya.
Karakteristik Sistem Penunjang Keputusan
* Adaptability
* Flexibility
* User Friendly
* Support Intellegence, Design, Choice
* Effectiveness
3 Tingkat teknologi Sistem Penunjang Keputusan
1. Specific DSS
Merupakan hardware/software yang memungkinkan seseorang/ sekelompok orang pengambil keputusan melakukan analitis terhadap suatu masalah tertentu.
2. DSS Generator
Suatu paket hardware/software yang mampu secara cepat dan mudah membuat specific DSS.
3. DSS Tools
Hardware /software yang membantu pembuatan specific DSS/generator DSS.
Manfaat Sistem Penunjang Keputusan
* Meningkatkan jumlah alternatif yang dipilih
* Pemahaman yang lebih baik tentang bisnis
* Respon yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan
* Kontrol yang lebih baik
Komponen Arsitektur Sistem Penunjang Keputusan
1. Komponen Data
* Sumber data
* Kontribusi Vendor
2. Komponen Dialog
* Knowledge Base
* Bahan Tindakan
* Bahasa Representasi
3. Komponen Model
* Model Optimasi
* Model Deskriptif
* Model Probabilistik
* Model Deterministik
Daftar Pustaka:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/pengertian-cbis/
http://leories-qita.blogspot.com/2012/05/pengertian-sistem-informasi-berbasis.html
http://putraaldy.blogspot.com/2012/02/pengertian-database.html
http://www.google.com/search?q=pengertian+data+base&hl=id&noj=1&prmd=imvns&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=i5OOUOeYA87RrQeSmYDwAQ&ved=0CFQQsAQ&biw=1016&bih=421
http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/2119539-pengertian-pengolahan-data/#ixzz2AlIUC08d
http://mustofaabihamid.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html
http://tugaskuliahsim.blogspot.com/2012/01/pengertian-sistem-penunjang-keputusan.html
Sabtu, 06 Oktober 2012
Analisa Perbandingan Website Lowongan Pekerjaan
Dibawah ini adalah analisa saya tentang perbandingan website lowongan pekerjaan. Ada 2 website yang saya analisa yaitu Jobstreet.com dan Lowonganpekerjaan.com
1. Jobstreet.com
Pada tampilan awal atau home tersedia all location yaitu kita bisa memilih pekerjaan didalam negeri atau diluar negeri ( job overseas )disini memudahkan kita memilih kota (jika didalam negeri)dan luar negara (jika luar negara) , all specialization yaitu spesialis atau kemampuan bagian pekerjaan yang kita inginkan seperti accounting/finance, admin/human resource, education/training, arts/media/communication, building/construction, dan lain-lain serta tersedia all position levels yaitu posisi atau jabatan yang kita inginkan atau kita cari. Website ini tersedia dalam Bahasa Inggris.
2. Lowonganpekerjaan.com
Website ini tersedia lowongan kerja terbaru, info lowongan pekerjaaan, lowongan kerja Indonesia, lowongan pertamina, lowongan pekerjaan terbaru, parttime jobs, employment jobs, job postings dan walmart jobs. Pada website ini kita bisa melihat apa yang kita inginkan atau butuhkan. Info-info tentang lowongan pekerjaan cukup lengkap dan up to date serta tersedia juga parttime jobs. Website ini tersedia dalam Bahasa Indonesia.
1. Jobstreet.com
Pada tampilan awal atau home tersedia all location yaitu kita bisa memilih pekerjaan didalam negeri atau diluar negeri ( job overseas )disini memudahkan kita memilih kota (jika didalam negeri)dan luar negara (jika luar negara) , all specialization yaitu spesialis atau kemampuan bagian pekerjaan yang kita inginkan seperti accounting/finance, admin/human resource, education/training, arts/media/communication, building/construction, dan lain-lain serta tersedia all position levels yaitu posisi atau jabatan yang kita inginkan atau kita cari. Website ini tersedia dalam Bahasa Inggris.
2. Lowonganpekerjaan.com
Website ini tersedia lowongan kerja terbaru, info lowongan pekerjaaan, lowongan kerja Indonesia, lowongan pertamina, lowongan pekerjaan terbaru, parttime jobs, employment jobs, job postings dan walmart jobs. Pada website ini kita bisa melihat apa yang kita inginkan atau butuhkan. Info-info tentang lowongan pekerjaan cukup lengkap dan up to date serta tersedia juga parttime jobs. Website ini tersedia dalam Bahasa Indonesia.
Minggu, 06 Mei 2012
Teori Rasional - Emotif Oleh Albert Ellis
Terapi Rasional – Emotif
TRE adalah aliran psikoterapi yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan jahat. Manusia kecenderungan-kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir, mengatakan, mecintai, bergabung dengan orang lain serta tumbuh dan mengaktualkan diri. Akan tetapi, manusia juga memiliki kecenderungan-kecenderungan kea rah menghancurkan diri, menghindari pemikiran, berlambat-lambat, menyesali kesalahan-kesalahan secara tak berkesudahan, takhyul, intoleransi, perfeksionisme dan mencela diri serta menghindari pertumbuhan dan aktualisasi diri. Manusia pun berkecenderungan untuk terpaku pada pola-pola tingkah laku lama yang disfungsional dan mencari berbagai cara untuk terlibat dalam sabotase diri.
TRE menegaskan bahwa manusia memiliki sumber-sumber yang tak terhingga bagi aktualisasi diri potensi-potensi dirinya dan bisa mengubah ketentuan-ketentuan pribadi dan masyarakat. Menurut TRE manusia dilahirkan dengan kecenderungan untuk mendesakkan pemenuhan keinginan-keinginan, tuntutan-tuntutan, hasrat-hasrat dan kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya. Jika tidak segera mencapai apa yang diinginkannya, manusia mempermasalahkan dirinya sendiri ataupun orang lain.
Hal ini merefleksikan ketidakpuasannya terhadap pendekatan psikoanaliasa. TRE mengadakan pendekatan problem neurosis dengan cara langsung dan lurus dengan meyakinkan pasien terhadap hal yang tak rasional. Menurut Ellis, gangguan emosi adalah hasil dari berpikir tak logis. Tugas TRE adalah membuat pernyataan dari dalam tersebut menjadi eksplisit, menghadapi pasien dengan ketaklogisannya serta mendorong agar meninggalkan ketaklogisan tersebut.
TRE dan Teori Kepribadian
Pandangan TRE tentang manusia adalah sebagai berikut:
1. Neurosis yang didefinisikan sebagai “berpikir dan bertingkah laku irasional”, adalah suatu keadaan alami yang pada taraf tertentu menimpa kita semua. Keadaan ini berakar dalam pada kenyataan bahwa kita adalah manusia dan hidup dengan manusia-maanusia lain dalam masyarakat.
2. Psikopatologi awalnya dipelajari dan diperhebat oleh timbunan keyakinan-keyakinan irasional yang berasal dari orang-orang yang berpengaruh selama masa kanak-kanak. Secara aktif kita membentuk keyakinan-keyakinan keliru dengan proses-proses otosugesti dan repetisi diri. Oleh karena itu, sikap-sikap disfungsional hidup dan bekerja didalam diri kita lebih disebabkan oleh pengulangan pemikiran-pemikiran irasional yang diterimakan pada masa dini yang dilakukan oleh kita sendiri dari pada pengulangan yang dilakukan oleh orang tua.
3. Emosi-emosi adalah produk pemikiran manusia. Jika kita berpikir buruk tentang sesuatu, maka kita pun akan merasakan sesuatu itu sebagai hal yang buruk. Ellis menyatakan bahwa “gangguan emosi pada dasarnya terdiri atas kalimat-kalimat atau arti-arti yang keliru, tidak logis dan tidak bisa disahihkan, yang diyakini secara dogmatis, tanpa kritik terhadapnya dan orang yang terganggu beremosi atau bertindak sanpai ia sendiri kalah.
Ellis menyatakan bahwa “gangguan emosi pada dasarnya terdiri atas kalimat-kalimat atau arti-arti yang keliru, tidak logis dan tidak bisa disahihkan, yang diyakini secara dogmatis dan tanpa kritik dan terhadapnya, orang yang terganggu beremosi atau bertindak sampai ia sendiri kalah”. Contohnya “karena tingkah laku yang keliru dan kesalahan-kesalahanku, aku menjadi orang yang tak berharga, aku malu dan akupun menderita.
TRE berhipotesis bahwa karena kita tumbuh dalam masyarakat, kita cenderung menjadi korban dari gagasan-gagasan yang keliru, cenderung mereindoktrinasi dari gagasan-gagasan tersebut berulang-ulang dengan cara yang tidak dipikirkan dan autosugestif dan kita tetap mempertahankan gagasan-gagasan yang keliru itu dalam tingkah laku overt kita.
Teori A-B-C tentang Kepribadian
Teori A-B-C tentang kepribadian sangatlah penting bagi teori dan praktek TRE. A adalah keberadaan suatu fakta, suatu peristiwa, tingkah laku atau sikap seseorang. C adalah konsekuensi atau reaksi emosional seseorang, reaksi ini bisa layak dan bisa pula tidak layak. A (peristiwa yang mengaktifkan) bukan penyebab timbulnya C (konsekuensi emosional). B yaitu keyakinan individu tentang A yang menjadi penyebab C, yakni reaksi emosional.
Reaksi-reaksi emosional yang terganggu seperti depresi dan kecemasan diarahkan dan dipertahankan oleh sistem keyakinan yang meniadakan diri, yang berlandaskan gagasan-gagasan yang irasional yang telah dimasukkan oleh individu ke dalam dirinya. TRE berasumsi bahwa keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai irasional orang-orang berhubungan secara kausal dengan gangguan-gangguan emosional dan behavioralnya
Setelah A-B-C menyusul D, membahas bahwa pada dasarnyanD adalah penerapan metode ilmiah untuk membantu para klien menantang keyakinan-keyakinannya yang irasional yang telah mengakibatkan gangguan-gangguan emosi dan tingkah laku.
Psikoterapi rational – emotif mengadakan serangan yang disetujui bersama atas penaklukan diri dengan dua cara utama, yaitu:
1. Ahli terapi melayani sebagai propaganda yang lugu, yang secara langsung kontra dan menyangkal propaganda penaklukan diri serta ketakhyulan yang dipelajari oleh klien dan sekarang tertanam dalam dirinya.
2. Ahli terapi memberi semangat, membujuk serta mengarahkan pasien terjun kedalam beberapa kegiatan yang berfungsi sebagai biro atau agen propaganda berkekuatan melawan omong kosong yang dipercaya pasien.
Kedua kegiatan terapi utama tersebut secara sadar diperagakan dengan satu tujuan pokok dalam pikiran. Bahwa pada akhirnya menyebabkan pasien menanamkan filsafat rasional hidupnya, persis seperti waktu mempelajari dan menanamkan pandangan yang tak rasional.
Tujuan-tujuan Terapeutik
Menurut Ellis, tujuan utama psikoterapis yang lebih baik adalah menunjukkan kepada klien bahwa verbalisasi-verbalisasi diri mereka telah dan masih merupakan sumber utama dari gangguan-gangguan emosional yang dialami oleh mereka. TRE mendorong suatu reevaluasi filosofis dan ideologis berlandaskan asumsi bahwa masalah-masalah manusia berakar secara filosofis. Jadi, TRE tidak diarahkan semata-mata pada penghapusan gejala, tetapi untuk mendorong klien agar menguji secara kritis nilai-nilai dirinya yang paling dasar. TRE bergerak ke seberang penghapusan gejala, dalam arti tujuan utama proses terapeutik adalah membantu klien untuk membebaskan dirinya sendiri dari gejala-gejala yang dilaporkan dan yang tidak dilaporkan kepada terapis. Proses terapeutik terdiri atas penyembuhan irasionalitas dengan rasionalitas. Karena individu pada dasarnya adalah makhluk rasional dank arena sumber ketidakbahagiaannya adalah irasionalitas, maka individu bisa mencapai kebahagiaan dengan belajar berpikir rasional.
Daftar Pustaka
Gerald Corey.2007.Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi.penerbit=PT.Refika Aditama, kota = Bandung
Esential Psikoterapi.1993. Daniel Goleman, Kathleen Riordan Speeth.penerbit= Dahara Prize,kota : Semarang
Nama : Imas Amalia
NPM : 15509505
Kelas : 3PA03
TRE adalah aliran psikoterapi yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan jahat. Manusia kecenderungan-kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir, mengatakan, mecintai, bergabung dengan orang lain serta tumbuh dan mengaktualkan diri. Akan tetapi, manusia juga memiliki kecenderungan-kecenderungan kea rah menghancurkan diri, menghindari pemikiran, berlambat-lambat, menyesali kesalahan-kesalahan secara tak berkesudahan, takhyul, intoleransi, perfeksionisme dan mencela diri serta menghindari pertumbuhan dan aktualisasi diri. Manusia pun berkecenderungan untuk terpaku pada pola-pola tingkah laku lama yang disfungsional dan mencari berbagai cara untuk terlibat dalam sabotase diri.
TRE menegaskan bahwa manusia memiliki sumber-sumber yang tak terhingga bagi aktualisasi diri potensi-potensi dirinya dan bisa mengubah ketentuan-ketentuan pribadi dan masyarakat. Menurut TRE manusia dilahirkan dengan kecenderungan untuk mendesakkan pemenuhan keinginan-keinginan, tuntutan-tuntutan, hasrat-hasrat dan kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya. Jika tidak segera mencapai apa yang diinginkannya, manusia mempermasalahkan dirinya sendiri ataupun orang lain.
Hal ini merefleksikan ketidakpuasannya terhadap pendekatan psikoanaliasa. TRE mengadakan pendekatan problem neurosis dengan cara langsung dan lurus dengan meyakinkan pasien terhadap hal yang tak rasional. Menurut Ellis, gangguan emosi adalah hasil dari berpikir tak logis. Tugas TRE adalah membuat pernyataan dari dalam tersebut menjadi eksplisit, menghadapi pasien dengan ketaklogisannya serta mendorong agar meninggalkan ketaklogisan tersebut.
TRE dan Teori Kepribadian
Pandangan TRE tentang manusia adalah sebagai berikut:
1. Neurosis yang didefinisikan sebagai “berpikir dan bertingkah laku irasional”, adalah suatu keadaan alami yang pada taraf tertentu menimpa kita semua. Keadaan ini berakar dalam pada kenyataan bahwa kita adalah manusia dan hidup dengan manusia-maanusia lain dalam masyarakat.
2. Psikopatologi awalnya dipelajari dan diperhebat oleh timbunan keyakinan-keyakinan irasional yang berasal dari orang-orang yang berpengaruh selama masa kanak-kanak. Secara aktif kita membentuk keyakinan-keyakinan keliru dengan proses-proses otosugesti dan repetisi diri. Oleh karena itu, sikap-sikap disfungsional hidup dan bekerja didalam diri kita lebih disebabkan oleh pengulangan pemikiran-pemikiran irasional yang diterimakan pada masa dini yang dilakukan oleh kita sendiri dari pada pengulangan yang dilakukan oleh orang tua.
3. Emosi-emosi adalah produk pemikiran manusia. Jika kita berpikir buruk tentang sesuatu, maka kita pun akan merasakan sesuatu itu sebagai hal yang buruk. Ellis menyatakan bahwa “gangguan emosi pada dasarnya terdiri atas kalimat-kalimat atau arti-arti yang keliru, tidak logis dan tidak bisa disahihkan, yang diyakini secara dogmatis, tanpa kritik terhadapnya dan orang yang terganggu beremosi atau bertindak sanpai ia sendiri kalah.
Ellis menyatakan bahwa “gangguan emosi pada dasarnya terdiri atas kalimat-kalimat atau arti-arti yang keliru, tidak logis dan tidak bisa disahihkan, yang diyakini secara dogmatis dan tanpa kritik dan terhadapnya, orang yang terganggu beremosi atau bertindak sampai ia sendiri kalah”. Contohnya “karena tingkah laku yang keliru dan kesalahan-kesalahanku, aku menjadi orang yang tak berharga, aku malu dan akupun menderita.
TRE berhipotesis bahwa karena kita tumbuh dalam masyarakat, kita cenderung menjadi korban dari gagasan-gagasan yang keliru, cenderung mereindoktrinasi dari gagasan-gagasan tersebut berulang-ulang dengan cara yang tidak dipikirkan dan autosugestif dan kita tetap mempertahankan gagasan-gagasan yang keliru itu dalam tingkah laku overt kita.
Teori A-B-C tentang Kepribadian
Teori A-B-C tentang kepribadian sangatlah penting bagi teori dan praktek TRE. A adalah keberadaan suatu fakta, suatu peristiwa, tingkah laku atau sikap seseorang. C adalah konsekuensi atau reaksi emosional seseorang, reaksi ini bisa layak dan bisa pula tidak layak. A (peristiwa yang mengaktifkan) bukan penyebab timbulnya C (konsekuensi emosional). B yaitu keyakinan individu tentang A yang menjadi penyebab C, yakni reaksi emosional.
Reaksi-reaksi emosional yang terganggu seperti depresi dan kecemasan diarahkan dan dipertahankan oleh sistem keyakinan yang meniadakan diri, yang berlandaskan gagasan-gagasan yang irasional yang telah dimasukkan oleh individu ke dalam dirinya. TRE berasumsi bahwa keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai irasional orang-orang berhubungan secara kausal dengan gangguan-gangguan emosional dan behavioralnya
Setelah A-B-C menyusul D, membahas bahwa pada dasarnyanD adalah penerapan metode ilmiah untuk membantu para klien menantang keyakinan-keyakinannya yang irasional yang telah mengakibatkan gangguan-gangguan emosi dan tingkah laku.
Psikoterapi rational – emotif mengadakan serangan yang disetujui bersama atas penaklukan diri dengan dua cara utama, yaitu:
1. Ahli terapi melayani sebagai propaganda yang lugu, yang secara langsung kontra dan menyangkal propaganda penaklukan diri serta ketakhyulan yang dipelajari oleh klien dan sekarang tertanam dalam dirinya.
2. Ahli terapi memberi semangat, membujuk serta mengarahkan pasien terjun kedalam beberapa kegiatan yang berfungsi sebagai biro atau agen propaganda berkekuatan melawan omong kosong yang dipercaya pasien.
Kedua kegiatan terapi utama tersebut secara sadar diperagakan dengan satu tujuan pokok dalam pikiran. Bahwa pada akhirnya menyebabkan pasien menanamkan filsafat rasional hidupnya, persis seperti waktu mempelajari dan menanamkan pandangan yang tak rasional.
Tujuan-tujuan Terapeutik
Menurut Ellis, tujuan utama psikoterapis yang lebih baik adalah menunjukkan kepada klien bahwa verbalisasi-verbalisasi diri mereka telah dan masih merupakan sumber utama dari gangguan-gangguan emosional yang dialami oleh mereka. TRE mendorong suatu reevaluasi filosofis dan ideologis berlandaskan asumsi bahwa masalah-masalah manusia berakar secara filosofis. Jadi, TRE tidak diarahkan semata-mata pada penghapusan gejala, tetapi untuk mendorong klien agar menguji secara kritis nilai-nilai dirinya yang paling dasar. TRE bergerak ke seberang penghapusan gejala, dalam arti tujuan utama proses terapeutik adalah membantu klien untuk membebaskan dirinya sendiri dari gejala-gejala yang dilaporkan dan yang tidak dilaporkan kepada terapis. Proses terapeutik terdiri atas penyembuhan irasionalitas dengan rasionalitas. Karena individu pada dasarnya adalah makhluk rasional dank arena sumber ketidakbahagiaannya adalah irasionalitas, maka individu bisa mencapai kebahagiaan dengan belajar berpikir rasional.
Daftar Pustaka
Gerald Corey.2007.Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi.penerbit=PT.Refika Aditama, kota = Bandung
Esential Psikoterapi.1993. Daniel Goleman, Kathleen Riordan Speeth.penerbit= Dahara Prize,kota : Semarang
Nama : Imas Amalia
NPM : 15509505
Kelas : 3PA03
Langganan:
Postingan (Atom)
