Tampilkan postingan dengan label software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label software. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2009

Software Anti Malware Gratis, Ad-Aware Free

Software Ad-Aware Free kini hadir menjadi spyware killer sangat populer, karena mudah digunakan, dapat mendeteksi dan membunuh spyware dengan excellent, dan gratis digunakan untuk penggunaan personal home. Vers terbaru dari Ad-Aware Free ini memiliki improvisasi proteksi yang handal. Pada awalnya, program Ad-Aware Free ini sama seperti versi sebelumnnya. Namun,walaupun tampaknya sama, namun software Ad-Aware Free terbaru ini memiliki beberapa perubahan selain scan system, mampu menemukan spyware dan malware lain, kemudian menghapus atau mengkarantina malware, yakni pada bagian system proteksi.

Software Ad-Aware Free ini mampu memproteksi computer melawan rootkit, yang dapat bersembunyi dari deteksi dan menyebar ke system operasi. Ad-Aware Free ini juga memiliki tipe proteksi handal yang dapat melindungi computer dengan melakukan pengujian ‘kelakuan’ system computer yang kompleks, daripada hanya melihat signature dari malware. Ad-Aware juga menjanjikan perlindungan terhadap malware yang mencoba restore dirinya setelah system reboot. Ad-Aware kini sudah terintegrasi dengan Internet Explorer untuk scan file yang telah di-download, memberikan peringatan terhadap adanya file berbahaya yang mungkin dikirimkan ke system computer.

Ad-Aware Free memiliki modus Simple untuk sekali konfigurasi, dan modus Advanced agar user dapat memilih fitur advanced untuk kustomisasi. Software Ad-Aware Free ini tidak memproteksi melawan virus atau menyediakan proteksi full real-time. Walaupun begitu, software ini juga dapat melacak cookies ketika browsing Internet, namun dapat memperlambat kinerja IE dan Outlook Express selama 20 detik. Untuk mendapatkan fitur tersebut, user dapat membeli product Lavasoft yang sama, yakni Ad-Aware Pro senilai $40 atau Ad-Aware Plus $27 sebagai antivirus.


Gratis Download Ubuntu 9.10 Release Candidate

Peluncuran software open source Ubuntu 9.10 Release Candidate (RC) oleh Canonical, ternyata bersamaan dengan launching system operasi terbaru dari Microsoft, Windows 7. Pada Kamis (22/10) lalu, Canonical merilis system operasi yang pernah dijuluki Karmic Koala tersebut, dan satu pengembangan lebih lanjut untuk ke versi final mulai tanggal 29 Oktober mendatang.

Uji coba Karmic Koala RC tersebut dapat di-download untuk server, desktop dan versi netbook, melalui website Ubuntu (releases.ubuntu.com/releases/9.10). Untuk Ubuntu 9.10 RC versi desktop juga dapat di-instal di standard laptop. Software Ubuntu 9.10 RC ini merupakan upgrade dari versi sebelumnya Ubuntu 9.04, yang membawa kode Jaunty Jackalope.

Dibangun di kernel Linux terbaru Linux 2.6.31.1 kernel, Ubuntu 9.10 RC menawarkan booting time lebih cepat, improvisasi interface dan tool programming dengan variasi lingkungan grafis desktop.Grafis desktop termasuk integrasi software IM (Instant-Messaging), browser web, document viewer, dan software multimedia.

Software Karmic Koala ini dilengkapi dengan tool baru bernama "Ubuntu Software Center" yang memudahkan user untuk menghapus atau menambah program, sama halnya seperti di Windows. System operasi ini juga telah memperbaiki banyak bug dari edisi Ubuntu sebelumnya dan support driver untuk tambahan hardware. Canonical menyiapkan penyimpanan online dan layanan file-sharing bernama Ubuntu One, yang ada di Ubuntu 9.10 RC. User dapat backup, share atau sinkronisasi data melalui website Ubuntu One (one.ubuntu.com). Layanan tersebut memiliki kapasitas penyimpanan online 2GB gratis untuk pengguna Ubuntu, dan tambahan kapasitas 50GB dengan harga $10 per bulan.

Microsoft Bikin Tool SharePoint di Mac

Unit Bisnis Mac di Microsoft kini telah mengeluarkan sebuah tool yang memudahkan pengguna Mac untuk mengedit file SharePoint secara offline. Kolaborasi desktop Office tersebut akan menjadi SharePoint Workspace di Office 2010 yang akan datang, menurut team pengembang SharePoint.

Tool tersebut akan membuat pengguna Mac dapat mengambil dokumen SharePoint secara offline, mengedit dan kemudian mensinkronisasikan kembali file tersebut ke server, seperti halnya menggunakan SharePoint Workspace, menurut Paul Cannon, manager product SharePoint Workspace. “Ini bukanlah product yang sama, namun user dapat menemukan client offline untuk Mac di SharePoint Workspace.” ulasnya.

SharePoint Workspace dibuat berdasarkan Office Document Cache dan sebuah protocol di Windows Communication Foundation bernama File Synchronization via SOAP dengan HTTP. Protocol tersebut akan menggunakan protocol WebDAV yang digunakan di SharePoint versi sebelumnya, dan rencananya juga akan ditempatkan di Word 2010 dan PowerPoint 2010.

Guitar Hero 4 World Tour, Game Asyik Buat BlackBerry

Guitar Hero World Tour bakal mengguncang smartphone BlackBerry. Game mobile sekuel dari Guitar Hero III Mobile ini mirip dengan versi game console. User bisa menikmati 15 track baru ketika memulai, bonus lagu setiap bulan, dan dipadu dengan iringan drum juga guitar. Didukung dengan pertarungan multiplayer dan menggunakan power smartphone untuk menjadi legenda rock mobile. User bisa membuat personalisasi via guitarhermobile.com, bisa mendapatkan ranking, menerima penghargaan, memperoleh lagu gratis, dan sebagainya.

Game mobile ini kompatibel dengan smartphone BlackBerry Pearl, Curve, 87xx, 88xx, Bold, Storm. User juga bisa men-download 15 lagu, namun memerlukan koneksi Internet di device smartphone untuk meng-instal game ini. Untuk pembelian game versi original ini user dapat membayar $9.99 (software.com). Track list lagu barunya antara lain :

  • Lenny Kravitz - "Are You Gonna Go My Way"
  • Creedence Clearwater Revival - "Up Around the Bend"
  • Smashing Pumpkins - "Today"
  • Blondie - "One Way or Another"
  • Silversun Pickups - "Lazy Eye"
  • Lynyrd Skynyrd - "Sweet Home Alabama (live)"
  • Sublime - "Santeria"
  • No Doubt - "Spiderwebs"
  • Rise Against - "Re-Education Through Labor"
  • Oasis - "Some Might Say"
  • Bob Seger & the Silver Bullet Band - "Hollywood Nights"
  • Interpol - "Obstacle 1"
  • Ted Nugent - "Stranglehold"
  • Black Label Society - "Stillborn"
  • Motorhead - "Overkill"

Aplikasi Internet untuk Orang Buta

Orang yang mengalami kebutaan pada matanya, ketika akan menggunakan computer pada umumnya dibantu dengan software screen-reader. Namun untuk membeli software screen-reader biayanya cukup mahal, sekitar lebih dari USD 1.000, sehingga terkadang mereka tidak bisa duduk seperti orang biasa di perpustakaan atau di warung Internet (warnet). Kini, sebuah program dengan dasar Web terbaru akan membantu para orang buta untuk mengubah situasi tersebut.

Program yang ada di web tersebut bernama WebAnywhere. WebAnywhere dikembangkan oleh mahasiswa lulusan ilmu computer dari University of Washington, Jeffrey Bigham. Tidak seperti software lain yang harus diinstal di PC, WebAnywhere adalah sebuah aplikasi Internet yang dapat membuat Web dapat diakses oleh orang yang buta.
Bigham berharap bahwa orang yang buta akan dapat mengecek waktu keberangkatan pesawat di computer Airport, merencanakan naik bis dengan rute yang diinginkan melalui computer di perpusatakaan, atau mengetik email dengan cepat lewat Internet. Untuk mendapatkan WebAnywhere, orang yang buta harus mengaturnya untuk online, yang mugkin akan bertabrakan dengan computer yang tidak siap untuk memberikan feedback verbal kembali. Namun, Bigham menemukan dalam penelitiannya, bahwa WebAnywhere, yang khusus digunakan oleh orang buta tersebut, akan tahu trik keyboard dan kapan harus bertanya untuk bantuan.

Sekali WebAnywhere online lewat Internet, orang yang buta dapat surfing menggunakan browser WebAnywhere, yang dapat dihubungkan ke halaman web dan kemudian menyuarakan isi artikel dalam halaman tersebut dengan keras, selama computer memiliki speaker atau headphone. Program WebAnywhere juga dapat melompati bagian judul, tab, chart atau membaca halaman dari atas hingga ke bawah.

Lindsay Yazzolino, mahasiswi buta berusia 19 tahun dari Universitas Brown, yang bekerja part time di University of Washington, mengungkapkan bahwa WebAnywhere merupakan improvisasi besar dari total kekurangan akses public selama ini. Yazzolino, sangat senang dengan fitur yang dimiliki WebAnywhere dan beberapa keystroke navigasi halaman di dalamnya, terutama karena program WebAnywhere tersebut gratis digunakan.

Bigham mengharapkan orang lain dapat membuat improvisasi dengan program WebAnywhere, dengan membuatnya sebagai open source yang akan mengundang orang-orang yang suka bermain-main dengan kode dan terbuka untuk programmer dari mana saja. Richard Ladner, professor di fakultas ilmu computer University of Washington, menginginkan ada search engine komersial yang mau mengadopsi modul WebAnywhere, dan suatu saat nanti Ladner berharap, orang buta juga dapat mendisain halaman web mereka sendiri.