Senin, 20 Januari 2014

Komunikasi dalam Manajemen

A. Definisi Komunikasi
Komunikasi atau dalam bahasa inggrisnya Communication, menurut asal katanya berasal dari bahasa latin yaitu Communicatio. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungannya. Pada umumnya, komunikasi terjadi secara lisan atau verbal. Komunikasi dapat terjadi jika ada persamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang menerima pesan.
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli :
1. Carl l. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang ( kominikator ) menyampaikan pesan ( lambang-lambang verbal ) untuk mengubah perilaku orang lain ( komunikan ).
2. Theodore M. Newcomb
Komunikasi adalah setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu tranmisi informasi, terdiri dari rangsangan yang diskriminatif dari sumber kepada penerima.
3. Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka atau penerima.
4. Onong Uchjana Effendy
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain. Pikiran tersebut bisa merupakan informasi, gagasan, opini, dan lain-lain yang muncul dari pikirannya sendiri.
5. Hafield Cangara
Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian.

B. Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi banyak melalui perkembangan. Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan Proses Komunikasi :
1. Penginterpretasian
Hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
2. Penyandian
Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi merubah pesan abstrak menjadi konkret.
3. Pengiriman
Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter alat pengirim pesan.
4. Perjalanan
Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.

5. Penerimaan
Tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
6. Penyandian balik
Tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
7. Penginterpretasian
Tahap ini terjadi pada komunikan sejak lambang komunikasi berhasil diuraikan dalam bentuk pesan.
C. Hambatan Komunikasi
Faktor penghambat komunikasi menurut Suranto, 2011 yaitu :
a. Kredibilitas komunikator searah
b. Kurang memahami latar belakang sosial dan budaya
c. Kurang memahami karakteristik komunikan
d. Prasangka buruk
e. Verbalitas
f. Komunikasi satu arah
g. Tidak menggunakan media yang tepat
h. Perbedaab bahasa
i. Perbedaan persepsi
D. Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
Komuikasi interpersonal dikatakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindak lanjuti dengan sebuah perbuatan secara suka rela oleh penerima pesan, dapat meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi dan tidak ada hambatan untuk hal itu ( Hardjana dalam Suranto, 2011 ). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa komunikasi interpersonal dikatakan efektif, apabila memenuhi tiga persyaratan, yaitu :
1. Pengertian yang sama terhadap makna pesan
Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai ukuran komunikan dikatakan efektif adalah apabila makna pesan yang dikirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh komunikan.
2. Melaksanakan pesan secara sukarela
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif berikutnya adalah bahwa komunikan menindak lanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara sukarela, tidak karena dipaksa.
3. Meningkatkan kualitas hubungan pribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan, keluarga dan kolega. Hal ini disebabkan pihak-pihak yang saling berkomunikasi merasakan memperoleh manfaat dari komunikasi itu, sehingga merasa perlu untuk memelihara hubungan antarpribadi.
E. Komunikasi Interpersonal Efektif dalam Organisasi
Berikut ini adalah contoh dari komunikasi interpersonal yang efektif dalam sebuah lembaga. Yang mencakup componentional dan situasional.
1. Karyawan merasakan bahwa pimpinan telah memberikan penjelasan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh kedua belah pihak sesuai dengan tujuan komunikasi interpersonal itu, yakni untuk meningkatkan kinerja organisasi, perkatoran atau perusahaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang jabaran tugas yang menjadi tanggung jawabnya, karyawanpun dapat memahami saran-saran dari pimpinan, misalnya perlu meningkatkan kedisiplinan membina kekompakan dengan karyawan lain, berkomunikasi dengan penyelia dan atasan apabila masalah kesulitan dalam pelaksanaan tugas dan sebagainya.
2. Karyawan memahami dampak yang menjadi konsekuensi dari etos kerja karwanan yang rendah sesuai dengan penjelasan pimpinan.
3. Karyawana merasa bahwa pimpinan telah mendengarkan keluhannya dan mau memahami berbagai kendala diperusahaan, kemudian bersama-sama mencari solusi yang berpihak untuk kemajuan perusahaan sekaligus kesejahteraan karyawan.
4. Pimpinan mersa memiliki partner yang dapat diajak bekerjasama, berbagai informasi dan bertukar pikiran sehingga dapat menyusun langkah-langkah memperoleh kemajuan kinerja seluruh karyawan.
5. Kayawan merasa dihargai, ditempatkan dalam garda terdepan yang menetukan maju-mundurnya kinerja perusahaan.
6. Tercapainya pengertian dan kesepakatan yang dibangun pimpinan bersama karyawan pada setiap langkah penyelesaian masalah perusahaan.
Sumber :
http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-atau-definisi-komunikasi.html
http://www.lusa.web.id/proses-komunikasi/
Suranto, A.W (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar