Selasa, 15 Maret 2011

Penyesuaian Diri, Pertumbuhan Personal dan Stres

PENYESUAIAN DIRI
Definisi Penyesuaian Diri Menurut Beberapa Tokoh:
Menurut Kartono (2000), penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis. Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri. Ali dan Asrori (2005) juga menyatakan bahwa penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada. Sebelumnya Scheneiders (dalam Yusuf, 2004), juga menjelaskan penyesuaian diri sebagai suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup. Hurlock (dalam Gunarsa, 2003) memberikan perumusan tentang penyesuaian diri secara lebih umum, yaitu bilamana seseorang mampu menyesuaikan diri terhadap orang lain secara umum ataupun terhadap kelompoknya, dan ia memperlihatkan sikap serta tingkah laku yang menyenangkan berarti ia diterima oleh kelompok atau lingkungannya. Dengan perkataan lain, orang itu mampu menyesuaikan sendiri dengan baik terhadap lingkungannya

PERTUMBUHAN PERSONAL
Ketika orang-orang terlibat sepenuhnya dalam perjalanan Pertumbuhan pribadi mereka mengalami rasa baru kebebasan dan tujuan bahwa mereka tidak pernah sebelumnya. Personal Growth adalah, pada intinya, tentang memelihara pertumbuhan seorang individu. Kita adalah makhluk holistik dengan pikiran, tubuh, dan jiwa. Kita hidup di World mana kita semakin ditantang untuk memanfaatkan potensi penuh kita. Pertumbuhan pribadi membantu kita untuk naik ke kesempatan-untuk menjadi semua yang kita dapat dan beradaptasi dengan kecepatan kilat-perubahan dalam masyarakat. Personal Growth dan Pertumbuhan rohani sangat terjalin. Seperti kata Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang memiliki pengalaman spiritual. Kita adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman manusia. Apakah kekuatan batin yang mendorong kita ke depan untuk terlibat dalam hidup dan segaladi sekitar kita. Pertumbuhan pribadi adalah sambungan ke bahwa kekuatan bawaan, yang memungkinkan seorang individu untuk tumbuh dan menjalani hidup dengan penuh. Banyak orang tidak menyadari atau tidak mengerti apa pertumbuhan pribadi. Pertumbuhan pribadi juga mungkin dikenal oleh mandiri, pengembangan pribadi, pengembangan diri, usia baru, dan banyak lagi.

STRES
Definisi Stres
Menurut EP. Gintings, stress adalah reksi tubuh manusia terhadap setiap tuntutan yang dialami oleh seseorang dalam beberapa hal. Pertama, keletihan dan kelelahan akibat kehidupan. Kedua, suatu keadaan yang dinyatakan oleh suatu sindroma khusus dari peristiwa biologis baik menyenangkan maupun tidak. Ketiga, mobilisasi pembelaan tubuh yang memungkinkan adaptasi terhadap peristiwa kekerasan atau ancaman. Keempat, terganggunya mekanisme keseimbangan dalam diri seseorang yaitu keseimbangan dalam dan keseimbangan luar yang sifatnya fisik, mental dan spiritual oleh karena perubahan yang mendadak yang sifatnya tidak menyenangkan. Kelima, mengecilkan potensi seseorang karena adanya luka-luka perasaan, beban berat dan kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam diri seseorang.
Menurut Keith Sehnert, untuk menjelaskan arti kata stress, kita harus merujuk pada orang yang menemukan istilah itu pertama kali yaitu dr. Hans Selye. Menurut Selye “ Stres merupakan reaksi tubuh yang tidak menentu terhadap apa yang dituntut dari tubuh itu”.
Menurut Dadang Hawari, stress adalah respon tubuh yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya.
Stres menurut Lazarus dan Launier adalah ketegangan fisik dan mental atau emosional karena tubuh kita merespon terhadap tuntutan, tekanan dan gangguan yang ada disekeliling kita.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stres
1. Faktor Perilaku
Faktor ini muncul ketika seseorang menjumpai stressor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stresor tersebut yang akan mempengaruhi reaksinya terhadap stresor itu yaitu: berapa lamanya (duration) ia harus menghadapi stresor itu dan berapa terduganya stresor itu (predictability).

2. Faktor Psikologis
Ada tiga faktor psikologis yang terlibat. Perceived control yakni keyakinan bahwa seseorang dapat menguasai stresor itu. Orang dengan internal locus of control (peristiwa yang terjadi sangat dipengaruhi oleh perilakunya) cenderung lebih mampu menghadapi stress disbanding dengan orang dengan external locus of control (peristiwa yang terjadi bergantung pada nasib, keberuntungan atau orang lain). Learned helplessness, adalah reaksi tidak berdaya akibat seringnya mengalami peristiwa yang berada diluar kendalinya. Dan Hardiness (keberanian, ketangguhan).
3. Faktor Sosial
Peristiwa penting dalam hidup seperti pernikahan atau kehilangan pekerjaan merupakan stresor social yang berpengaruh.
MANAJEMEN STRES
Tips Bagaimana Cara Mengendalikan Stres Bukan Stres Yang Mengendalikan :
 Ingatlah sedikit stress justru baik untuk anda
 Umpamakan stres sebagai lampu
 Terima kenyataan bahwa stress bagian dari hidup
 Persiapkan diri anda untuk menghadapi berbagai bentuk stress setiap hari
 Hidupkan pengharapan dalam hati
 Melakukan aktifitas baru
Menurut pendapat Philip L. Rice , cara yang dapat ditempuh untuk meminimalisir stress sebagai berikut:
Pertama, preventive (mencegah), untuk cara preventive ini bisa dilakukan dengan berbagai teknik, misalnya, adaptasi dengan keadaan (avoiding by adjustment)
Kedua, Combative (melawan), cara yang combative ini dapat ditempuh dengan teknik menyelesaikan masalah rill yang kita hadapi (problem solving) baik dalam bentuk mental maupun fisik, melibatkan diri sendiri saja atau melibatkan orang lain.

Daftar Pustaka
Lur Rochman Kholil, S.Ag., M.S.I. Kesehatan Mental: 2010, Purwokerto; Fajar Media Press
Sunarto & Hartono, B. Agung. (1995). Perkembangan Perserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta Wahjo Sumidjo.
http://www.kesehatanport.com/memahami-personal-growth.html

IMAS AMALIA
15509505
2PA03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar